PURWAKARTA – Vera Novia menggelar pertemuan silaturahmi bersama Kapolres Purwakarta guna membahas strategi penguatan kesadaran masyarakat dalam mencegah maraknya aksi perundungan di lingkungan sekitar.
Pertemuan tersebut menjadi ajang komunikasi intensif untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menciptakan iklim yang aman dan kondusif, khususnya bagi tumbuh kembang anak-anak serta generasi muda setempat.
Dalam pembicaraan tersebut, Vera Novia menekankan bahwa intimidasi, kekerasan verbal, hingga perundungan di ranah digital masih menjadi tantangan serius yang kerap kali dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Purwakarta menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena upaya pencegahan tidak bisa berdiri sendiri tanpa partisipasi aktif dari keluarga dan lingkungan pendidikan.
“Pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian bersama untuk menanamkan nilai saling menghormati, serta mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan dugaan tindakan intimidasi agar dapat segera ditangani sesuai hukum,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Menanggapi hal itu, Vera Novia menyampaikan bahwa penanganan masalah ini memerlukan aksi nyata lewat edukasi berkelanjutan dan keberanian masyarakat untuk bersuara mendampingi para korban.
Ia menambahkan bahwa persoalan perundungan sangat bergantung pada sikap lingkungan sekitar, sehingga sudah saatnya membangun budaya yang lebih peduli, berani melindungi, serta menghargai martabat sesama.
Sinergi antara tokoh masyarakat dan kepolisian ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ruang sosial yang inklusif di Purwakarta, sehingga generasi muda dapat berkembang bebas dari bayang-bayang intimidasi maupun diskriminasi.












