FeaturedNews

Muskercab PCNU Kota Tangerang: Perkuat Sinergi, Mantapkan Arah Gerak Keumatan

24
×

Muskercab PCNU Kota Tangerang: Perkuat Sinergi, Mantapkan Arah Gerak Keumatan

Share this article

Timredaksi.com, Kota Tangerang — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama RI, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Forum ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian PCNU, pimpinan lembaga NU, pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dari berbagai kecamatan, serta perwakilan badan otonom NU.

Ketua PCNU Kota Tangerang, Ahmad Kafi, menyampaikan, Muskercab ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja secara serentak di setiap wilayah, dengan tetap berpedoman pada AD/ART serta menempatkan Rais Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi di tingkatannya.

“Perjuangan harus adaptif dengan situasi yang berkembang. Pertemuan ini difokuskan untuk merumuskan program strategis dan memperkuat konsolidasi internal organisasi,” ujar Kafi.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang, KH Abdul Mu’thi, mengingatkan agar hasil dari musyawarah ini dapat diwujudkan secara nyata. Ia berpesan agar para pengurus tidak sekadar menyusun program yang baik tanpa eksekusi yang jelas.

“Jangan, setelah menghasilkan keputusan yang baik dan berguna, tidak terlaksana. Setelah musyawarah ini terlaksana, harus bisa direalisasikan pada waktunya,” tegasnya.

Baca Juga  Menteri Agama Sowan ke PBNU, Bahas Hal Penting Ini

Ia juga menitipkan harapan agar pemerintah daerah dapat mendukung penyediaan sarana prasarana organisasi, serta berpesan kepada seluruh kader untuk menjaga marwah lembaga.

“Amanat kepada seluruh pengurus, jadikanlah NU yang berwibawa, tidak bersifat ketergantungan,” imbuhnya.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata NU dalam merawat persatuan dan membina umat.

“Membangun bangsa ini tidak bisa sendirian, perlu keterlibatan banyak pihak,” tegasnya.

Ia menekankan, sinergi antara pemerintah dan ulama merupakan kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Kota Tangerang.

“Saya mengapresiasi forum ini yang tidak hanya menyusun program, tetapi juga merumuskan peran NU dalam merawat persatuan untuk kemajuan daerah,” kata Sachrudin.

Ia berharap, Muskercab ini dapat memperkuat peran keagamaan, khususnya pesantren dan lembaga pendidikan, sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi, pendidikan, dan sosial keumatan.

Kendati demikian, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, H. Basnang Said, mengingatkan kembali peran historis santri dan kiai dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia jauh sebelum masa republik berdiri.

Baca Juga  Guspardi Gaus Pertanyakan Posisi Wamendagri, 'Ada Unsur Politik Atau Kinerja Kemendagri?

“Tidak ada kemerdekaan jika tidak ada peran santri dan kiai. Pesantren telah hadir dan berperan penting dalam penguatan moral di masyarakat sejak abad ke-14 sebelum Indonesia merdeka,” ujar Basnang.

Mengutip pandangan almarhum KH. Hasyim Muzadi, Basnang yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggambarkan posisi strategis kaum santri dan NU bagi perjalanan bangsa.

“Pemegang saham di negeri ini adalah pondok pesantren. Seperti yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi, bahwa NU sering dijadikan pendorong mobil mogok di negeri ini. Negara harus berterima kasih kepada pesantren,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *