AgamaFeaturedNews

Mengenal Nadhira Afifa, Mahasiswi Berhijab Asal Indonesia yang Berpidato di Acara Wisuda Harvard

382
×

Mengenal Nadhira Afifa, Mahasiswi Berhijab Asal Indonesia yang Berpidato di Acara Wisuda Harvard

Share this article

Timredaksi.com – Nadhira Nuraini Afifa, mahasiswi  asal Indonesia, terpilih menjadi mahasiswa yang menyampaikan pidato kelulusan di upacara wisuda S2 Harvard T.H. Chan School of Public Health pada 28 Mei 2020 lalu.

Perempuan yang mengenakan jilbab ini merupakan mahasiswi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang meraih gelar master di bidang kesehatan publik dari Department of Global Health and Population, Harvard University.

Terpilih sebagai perwakilan mahasiswa di wisuda Harvard School of Public Health 2020 setelah lolos seleksi panjang. Nadhira pun sempat berbagi pengalaman tersebut lewat channel Youtube pribadinya.

“Ini merupakan satu kesempatan yang sangat berharga bagi aku, sangat membanggakan juga buat aku, sebuah kejutan yg luar biasa untuk mengakhiri journey aku di Harvard,” kata Nadhira dalam video yang diunggah pada 1 Juni lalu.

Nadhira menjelaskan, Harvard mengadakan seleksi bagi semua mahasiswa, termasuk di Harvard School of Public Health. Tahap pertama adalah pengiriman teks pidato. Ia mengakui mengalami kesulitan dalam menyusun teks pidato.

“Sebenarnya membuat pidato ternyata susah banget karena aku enggak pernah lihat pidato di wisuda sebelumnya, enggak pernah nonton juga, jadi aku kurang ada acuan kayak harus apa bikin teks pidato,” tambahnya.

Baca Juga  Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2022 Dibuka, Ini Syaratnya

Ia menambahkan tak ada guideline dalam pembuatan, hanya dengan kriteria 500–750 kata atau sekitar 5–6 menit ketika dibacakan. Kendati demikian, setelah menjalani serangkaian revisi, ia mengirimkan pidatonya.

Baru dua hari kemudian, ia dinyatakan lolos ke seleksi selanjutnya yakni seleksi melalui video. Kala itu, ia menyebut mendapat keuntungan karena mendapat coaching dari seorang CEO perusahaan komunikasi yang telah biasa memberi coaching pidato formal.

Berlanjut keesokan harinya Nadhira dijadwalkan Zoom Call dengan juru kamera Harvard. Kala itu, ia diberi satu kali kesempatan untuk membacakan pidato secara utuh yang mana video itu akan diberi kepada panelis.

Tiga hari kemudian, Nadhira menerima email yang menyatakan ia berkesempatan untuk coaching kembali sebelum pidato final.

Pidato Nadhira berisi perihal kesannya pada awal masa orientasi, rasa takut dan gugup masih begitu menyelimuti dirinya. Ia juga menyebut soal kesetaraan, inklusivitas, juga persatuan.

Selain itu, Nadhira juga berkisah bagaimana sang ibunda menjadi sosok yang begitu menginspirasinya. Ia ingat betul pelajaran penting yang ibunya sampaikan. “Bermimpilah yang tinggi karena satu-satunya batasan kita adalah pikiran kita,” ujarnya

Baca Juga  Ketum BMI Demokrat Sebut Gibran adalah Pemimpin Muda yang Santun dan Mau Bekerja

Ditambahkannya, kesehatan masyarakat memberi hak istimewa untuk menyelamatkan kehidupan jutaan orang dan meningkatkan kesehatan juga umur panjang generasi kini dan mendatang.

Sebelum melanjutkan pendidikan di Harvard, Nadhira menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Setelah lulus, Nadhira sempat membuka praktik dokter umum di Nusa Tenggara Barat.

Nadhira juga aktif menulis soal topik kesehatan di berbagai media massa dan aktif mengulas isu-isu kesehatan di media sosial seperti di akun Youtube dan instagram miliknya @Nadhira Nuraini Afifa. (Mr/liputan6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *