AgamaFeaturedNews

Tersentuh Dengar Lantunan Alquran, Seorang Napi Wanita Ini Putuskan Jadi Mualaf

388
×

Tersentuh Dengar Lantunan Alquran, Seorang Napi Wanita Ini Putuskan Jadi Mualaf

Share this article

Timredaksi.com – Seorang tahanan di Polres Pangkalpinang, Paulina Yuwita (37), akhirnya memutuskan untuk masuk agama Islam setelah tersentuh dengar lantunan Alquran dibacakan oleh rekan sesama tahanan. Rabu (15/4/2020).

Dibawah bimbing Ustaz Abdul Halim Sumarsono, di dalam tahanan Paulina Yuwita yang mengenakan mukena berwarna putih pun mengucapkan dua kalimat syahadat.

Paulina memutuskan jadi seorang mualaf disaksikan langsung oleh Kasat Tahti Polres Pangkalpinang Ipda Bambang Sugeng, dan anggota piket jaga tahanan serta para tahanan perempuan lainnya.

Ucapan syukur pun mengalir dari rekan-rekannya sesama tahanan di Polres Pangkalpinang.

Rasa haru dan bahagia tampak terpancar di raut wajah Paulina Yuwita.

Dan dia pun memutuskan untuk menggantikan namanya dari Paulina Yuwita ke Nur Hidayah.

Dia menuturkan, keinginannya memeluk agama Islam sudah cukup lama. Keinginannya itu pun datang dari lubuk hatinya sendiri. Tanpa ada paksaan, ataupun tekanan dari pihak mana pun.

Nur Hidayah menceritakan, awalnya dia sering mendengar lantunan ayat suci Alquran yang dibacarakan oleh rekan sesama tahanan. Lantunan ayat suci Alquran yang didengarnya terasa merdu. Hati pun terasa sejuk dan tenang kala mendengarnya.

Baca Juga  Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal karena Corona

“Saat itu, saya mendengar suara merdu tahan yang mengaji maupun membaca doa, ketika salat, dari hati yang paling dalam saya tersentuh dan memutuskan untuk memeluk agama Islam,” ungkapnya.

Dari sana kemudian dia mencoba mengungkapkan keinginannya memeluk Islam kepada para rekan sesama wanita.

Rekan-rekannya pun kemudian mendukungnya. Kemudian mereka menyampaikan keinginan tersebut ke Kasat Tahti Polres Pangkalpinang.

Kasat Tahti Polres Pangkalpinang pun menyambut baik keinginan tersebut. Akhirnya diundanglah seorang ustaz, yakni Ustaz Abdul Halim Sumarsono untuk membimbingnya agar bisa memeluk agama Islam.

Kasat Tahti Polres Pangkalpinang Ipda Bambang, kejadian ini berawal dari program yang diberlakukan bagi para tahanan di Polres Pangkalpinang.

Para tahanan yang beragama Islam diwajibkan untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Mereka juga diminta untuk ikut salat berjamaah. Sedangkan imamnya oleh anggota Polres Pangkalpinang sendiri yakni Bripka Aang, Fajar, Rodhiqo, dan anggota Polres Pangkalpinang yang lainnya.

“Setelah salat melakukan zikir bersama, kalau salat magrib dan subuh tahanan baca yasinan, nah kemungkinan pada saat itu, ada hidayah Allah datang untuk orang yang mau masuk Islam tadi,” kata Kasat Tahti Polres Pangkalpinang, Ipda Bambang.

Baca Juga  Mulai 21 s.d 25 Juli 2021, Aturan Syarat Perjalanan Transportasi Tetap Mengikuti Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 

Kata Bambang, Ibu ini menyampaikan kepada temannya yang satu kamar, dia mau masuk islam tolong kasih tahu sama Kasat.

“Setelah itu saya hampiri dan nanya yang tersebut bener, kamu mau masuk islam, jawabnya bener dan kehendak saya sendiri, besoknya saya panggil ustaz langsung dan diislamkan, ustad Abudul Halim kebetulan beliau berkerja di kementerian agama Provinsi,” Ungkap Kasat.

Dalam hal ini pihaknya hanya memfasilitasi untuk Nur menjadi mualaf. Ia juga menegaskan, tidak ada unsur paksaan atau tekanan dari pihak manapun terhadap Nur Hidayah.

“Atas kemauan dia sendiri, karena dia meminta maka kami fasilitasi dia untuk niat nya itu,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *