Tekno

KORIKA Gelar AI Impact Summit 2026 di Bali, Dorong Kedaulatan AI Menuju Indonesia Emas 2045

53
×

KORIKA Gelar AI Impact Summit 2026 di Bali, Dorong Kedaulatan AI Menuju Indonesia Emas 2045

Share this article
AIIS 2026 akan mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra internasional. Tiga inisiatif, yakni AI.ID, KORIKA Claw, dan KORIKA Token, dijadwalkan menjadi bagian dari peluncuran ekosistem kecerdasan artifisial Indonesia.

Timredaksi.com, Jakarta — Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) akan menyelenggarakan The 6th Artificial Intelligence Impact Summit (AIIS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center dan United in Diversity (UID) Bali Campus, Sanur, Bali.

Mengusung tema “Sovereign AI for Indonesia 2045”, kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem Bali Tech Week 2026 dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

AIIS 2026 dirancang sebagai forum strategis untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dari tahap diskusi dan pengembangan menuju implementasi nyata di berbagai sektor. Kegiatan ini diperkirakan menghadirkan 100–150 pengambil keputusan dari unsur pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra internasional, serta menjangkau sekitar 1.000 peserta secara daring dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Panitia AIIS 2026, Dr. Dini Fronitasari, mengatakan forum tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan agar pengembangan AI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan langkah konkret dalam membangun ekosistem AI yang didukung kolaborasi, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama.

Kedaulatan AI sebagai Fondasi Indonesia 2045

Tema “Sovereign AI for Indonesia 2045” menempatkan kedaulatan kecerdasan artifisial sebagai salah satu agenda strategis dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi menuju 2045.

Kedaulatan AI dalam konteks tersebut tidak dimaknai sebagai upaya menutup diri dari kerja sama global. Sebaliknya, Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional melalui pengembangan talenta, riset, infrastruktur digital, tata kelola, kelembagaan, serta kemitraan strategis agar mampu menentukan arah pemanfaatan AI sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan nasional.

AIIS 2026 akan membahas empat pilar utama pengembangan ekosistem AI, yakni Capable, yang menitikberatkan pada talenta, riset, dan implementasi industri; Trusted, yang mencakup keselamatan, tata kelola, dan transparansi; Connected, yang mendorong kolaborasi lintas sektor; serta Impactful, yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan, produktivitas, inklusi, dan daya saing.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pembahasan secara khusus diarahkan pada tiga sektor strategis, yaitu perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, serta infrastruktur digital. Ketiganya dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keamanan operasional digital, kepercayaan nasabah, inklusi keuangan, identitas digital, pengelolaan data, kapasitas komputasi, dan konektivitas nasional.

Baca Juga  Aplikasi 'SOLUSI BAITULLAH', Permudah Jamaah Ke Tanah Suci

Tiga Inisiatif Ekosistem AI Indonesia

Hari pertama AIIS 2026 dijadwalkan menjadi momentum pengenalan tiga inisiatif yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial nasional.

Inisiatif pertama adalah AI.ID, yang diposisikan sebagai identitas strategis sekaligus titik temu bagi ekosistem AI Indonesia. Peluncurannya direncanakan melibatkan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Inisiatif kedua, KORIKA Claw, merupakan pengembangan AI agent manager dan pustaka skill-template berbahasa Indonesia. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap pemanfaatan AI melalui contoh penggunaan yang lebih mudah diterapkan dan relevan dengan kebutuhan lokal. Demonstrasi produk versi minimum atau minimum viable product (MVP) dijadwalkan disampaikan oleh Dr. Muhammad Ghifary, VP Innovation & Impact KORIKA, bersama Oskar Riandi, Sekretaris Jenderal KORIKA.

Selanjutnya, KORIKA Token akan diperkenalkan sebagai instrumen kolaborasi antara KORIKA dan AI Capital Indonesia. Inisiatif tersebut dijadwalkan dipresentasikan oleh Prof. Niclas Adler, President Director AI Capital Indonesia.

Selain ketiga agenda tersebut, KORIKA juga menjadwalkan pengenalan KORIKA Project NUSA oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, agenda ini masih dalam tahap konfirmasi.

Hadirkan Pembicara dari Pemerintah dan Industri

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, kegiatan berlangsung pukul 13.00–18.00 WITA di Agoong Room, Bali Beach Convention Center. Agenda hari pertama akan dibuka dengan sambutan Prof. Dr. Bambang Riyanto dari Dewan Pengawas KORIKA, kemudian dilanjutkan dengan pidato kunci dari perwakilan pimpinan Komdigi, Prof. Dr. Arif Satria selaku Kepala BRIN, serta Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Rangkaian diskusi mencakup tiga sesi utama. Sesi pertama, AI Impact & Sovereignty, membahas pembangunan ekosistem AI nasional mulai dari riset, identitas digital, komputasi, hingga pembiayaan.

Sesi kedua, AI Safety & Governance, akan membahas keselamatan AI, akuntabilitas, dan tata kelola yang diperlukan untuk pemanfaatan AI pada layanan publik serta industri yang diatur secara ketat. Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Dr. Asril Jarin dari AI Safety Institute Indonesia, Setiaji dari BPJS Kesehatan, Svaradiva Anurdea Devi dari AI Safety Asia, dan Brasukra Gumilang Sudjana dari Vriens & Partners.

Baca Juga  APTIKNAS: Solartech Indonesia 2024 jadi Pameran B2B International terbesar se-Asia Tenggara

Sesi ketiga, AI Industry, akan mengulas upaya memperluas penerapan AI di sektor manufaktur, perbankan, dan infrastruktur digital. Sesi ini dijadwalkan menghadirkan Salil Dutt, Chief Technical Adviser UNIDO, serta sejumlah perwakilan industri teknologi dan investasi, termasuk GDP Labs/GDP Venture, TOTM Technologies, dan Yandex.

Hari pertama direncanakan ditutup dengan penyampaian KORIKA AI 2045 Call to Action oleh Prof. Dr. Hammam Riza selaku Presiden KORIKA, dilanjutkan dengan jamuan makan malam bagi pembicara, mitra eksekutif, sponsor, dan delegasi pemerintah.

Pada hari kedua, Kamis, 22 Oktober 2026, agenda akan berlanjut di UID Bali Campus pukul 09.00–15.00 WITA dengan fokus pada pengembangan talenta dan sumber daya manusia AI.

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan menyampaikan pidato kunci antara lain Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional; Prof. Dr. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator di Indonesia; Raden Pardede, Ketua Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; serta Prof. Bambang Brodjonegoro, CEO Asian Development Bank Institute.

Dua panel diskusi akan membahas pengembangan talenta AI secara nasional serta standardisasi keterampilan, sertifikasi, dan mobilitas talenta di tingkat regional. Pembicara yang dijadwalkan terlibat antara lain perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, BPSDM Komdigi, Dr. Ayu Purwarianti dari KORIKA, Hokky Situngkir dari Bandung Fe Institute, Jenny Lee dari International Test Center, dan Kelly Punzalan dari AVPN.

Terintegrasi dengan Bali Tech Week 2026

Penyelenggaraan AIIS 2026 sebagai bagian dari Bali Tech Week 2026 diharapkan memperluas ruang kolaborasi melalui akses pasar, permodalan, dialog kebijakan, pengembangan talenta dan inovasi, serta peningkatan visibilitas lintas acara.

Hari kedua juga dijadwalkan mencakup presentasi Kura-Kura Bali dan pengenalan awal menuju AI World Congress Bali 2027 bersama United in Diversity.

Melalui forum ini, KORIKA menempatkan kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, investor, dan mitra internasional sebagai unsur penting dalam membangun kapasitas AI nasional. Pembahasan kebijakan, tata kelola, infrastruktur, dan talenta diharapkan dapat memperkuat fondasi penerapan kecerdasan artifisial yang aman, bertanggung jawab, serta relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia menuju 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *