Tekno

Baterai Mobil Listrik Tua Rusak Berisiko Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

37
×

Baterai Mobil Listrik Tua Rusak Berisiko Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

Share this article

 

JAKARTA – Kalangan industri otomotif global tengah menyoroti mahalnya biaya penggantian baterai pada mobil listrik berusia tua.

Tingginya ongkos suku cadang serta jasa perbaikan sistem tegangan tinggi dinilai dapat melebihi nilai jual kembali kendaraan tersebut, sehingga memicu risiko perpendekan masa pakai mobil.

Petinggi Mobility Aftermarket Bosch, Rupert Hoellbacher, menjelaskan bahwa prosedur servis modern menjadi salah satu pemicu pembengkakan biaya.

Menurutnya, benturan ringan sekalipun menuntut proses diagnosis yang luas, kalibrasi ulang sensor, hingga pemulihan sistem perangkat lunak.

“Jika baterai mobil berusia 6 sampai 8 tahun rusak hari ini, itu saat ini kebanyakan berujung total loss,” kata Rupert sebagaimana dikutip dari laporan Automobilwoche, Selasa, 29 September 2026.

Rupert menegaskan bahwa kemampuan baterai untuk diperbaiki atau diganti menjadi faktor penentu utama usia pakai mobil listrik.

Kendati nilai jual mobil bekas merosot akibat kekhawatiran komponen tersebut, ia pribadi tetap meyakini perbaikan baterai sebagai solusi terbaik.

“Jika kami tidak berhasil membuat perbaikan atau penggantian baterai, maka secara finansial, jawabannya jelas, ya,” ujarnya. “Sebenarnya saya pribadi sangat percaya pada perbaikan baterai,” tambahnya.

Baca Juga  Kesamaan Formula E dan Indosat, Sama-sama Usung Teknologi Terbaru

Meskipun kesehatan baterai kendaraan listrik dapat bertahan hingga jarak tempuh ratusan ribu kilometer, gangguan teknis akibat kerusakan satu modul tetap dapat terjadi.

Oleh karena itu, penurunan biaya perbaikan dinilai amat bergantung pada keterbukaan produsen otomotif dalam memberikan akses perangkat lunak diagnostik, penyediaan komponen modular terstandar, serta jaminan hak perbaikan bagi bengkel independen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *