FeaturedNews

Ketum FORSIMEMA: Tekanan Ekonomi Kian Menghimpit, Menjadi Pemicu Utama Lonjakan Kriminalitas

36
×

Ketum FORSIMEMA: Tekanan Ekonomi Kian Menghimpit, Menjadi Pemicu Utama Lonjakan Kriminalitas

Share this article

Timredaksi.com, Jakarta – Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) menyoroti fenomena peningkatan angka kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat belakangan ini. Fenomena ini dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat yang kian terhimpit.

​Dalam keterangannya, Ketum FORSIMEMA menyampaikan beberapa poin krusial terkait situasi ini:

  • ​Korelasi Linear Ekonomi dan Keamanan: Kesulitan memenuhi kebutuhan dasar (pangan, pendidikan, dan kesehatan) secara psikologis dan sosial mendorong peningkatan tindakan nekat di masyarakat. Kriminalitas sering kali menjadi pilihan terakhir ketika ruang-ruang ekonomi formal tertutup.
  • Pentingnya Pendekatan Hukum yang Bijak: Menghadapi situasi ini, aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya fokus pada tindakan represif, tetapi juga melihat akar masalahnya. Pendekatan yang humanis dan berkeadilan—seperti penerapan Restorative Justice (Keadilan Restoratif) untuk kasus-kasus kecil yang dipicu keterpaksaan ekonomi—perlu terus dikedepankan demi menjaga keseimbangan sosial.
  • ​Peran Media sebagai Penyambung Lidah: Media massa memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal isu ini, memberikan edukasi, sekaligus menjadi kontrol sosial agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh aspek jaring pengaman sosial bagi masyarakat bawah.
Baca Juga  Rencana Judicial Review UU Provinsi Sumbar, Respon DPR RI: Itu Hak Masyarakat Yang Dijamin UU

​”Ketika isi dapur tidak lagi terpenuhi, nalar sehat sering kali terabaikan. Ini adalah alarm keras bagi semua pihak, baik pemerintah, penegak hukum, maupun kita di lini media, untuk melihat kriminalitas dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu pemulihan ekonomi masyarakat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *