FeaturedNews

Tutup Muktamar Ke-35 NU, Prabowo: NU Teladan dalam Merawat Perbedaan, Damai dan Rukun

45
×

Tutup Muktamar Ke-35 NU, Prabowo: NU Teladan dalam Merawat Perbedaan, Damai dan Rukun

Share this article

Timredaksi.com, Jombang — Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung dalam suasana damai, rukun, dan penuh kebersamaan.

Presiden menilai sikap guyub serta kemampuan seluruh elemen NU dalam menerima perbedaan dan dinamika organisasi secara sehat merupakan contoh yang patut diteladani dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

“Selamat. Ini adalah contoh teladan organisasi masyarakat, Muktamar dengan guyub dan kita terima perbedaan serta dinamika yang sehat, damai, dan rukun,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah saat ini tengah menjalankan transformasi bangsa dengan salah satu fokus utama, yakni mengentaskan sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia dari kemiskinan.

Menurut Prabowo, upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti Nahdlatul Ulama.

“Jadi saya kira ini kewajiban kita bersama bahwa fokus perhatian dari strategi transformasi bangsa kita sekarang adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan,” tegasnya.

Baca Juga  Viral 'Wiro Sableng' Ditangkap Polisi Beserta Kapak Saktinya, Wajahnya Ngenes

Prabowo menilai NU memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia. Dengan basis masyarakat yang luas, NU dinilai memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara NU, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat di berbagai bidang.

“NU bersama seluruh masyarakat Indonesia bergotong royong, bekerja sama di segala bidang,” kata Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar serta terciptanya kemandirian ekonomi.

Menurut Prabowo, negara bersama organisasi kemasyarakatan perlu memastikan masyarakat memiliki kehidupan yang layak, penghasilan yang cukup, serta ketahanan ekonomi yang kuat. Dengan demikian, masyarakat tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap pinjaman, terutama pinjaman dari rentenir yang justru dapat memperberat kehidupan mereka.

“NU, ormas terbesar, sangat berkepentingan untuk kita saling bekerjasama dalam memastikan umat dan masyarakat bisa meraih tingkat hidup yang layak. Makan dengan layak, rumah layak, penghasilan tiap bulan yang cukup sehingga tidak perlu pinjam rentenir,” tutur Prabowo.

Baca Juga  Usai Lecehkan Al-Qur’an, 4 Orang Ini Tewas

Prabowo sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan serta memberdayakan umat.

Ia menilai persatuan dan kebersamaan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan. Perbedaan dan dinamika yang muncul dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat harus dikelola secara dewasa dan sehat agar tetap menjaga persatuan.

Penutupan Muktamar Ke-35 NU turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Hadir pula Gubernur Jawa Timur, Panglima TNI, Kapolri, jajaran pengurus NU, para masyayikh, serta kader Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.

Muktamar Ke-35 NU diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempertegas peran NU dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta bersama-sama pemerintah dan seluruh elemen bangsa mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *