FeaturedNews

Seminar Nasional Soroti Komitmen Prof. Abdul Mu’ti Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

47
×

Seminar Nasional Soroti Komitmen Prof. Abdul Mu’ti Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Share this article

Timredaksi.com, Jakarta – Upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menjadi perhatian dalam seminar nasional bertajuk “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menciptakan Generasi Terampil, Kompeten dan Mengglobal” yang digelar di Aula SMK Negeri 7 Kota Serang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Hj. Sunariah, S.Ag., M.Pd.I., Kepala SMKN 7 Kota Serang; Budy Sugandi, M.Sc., Ph.D., Direktur Eksekutif Cendekia Madani; serta Dr. Ahmad Munji, pemerhati kebijakan pendidikan.

Dalam forum tersebut, para narasumber memberikan perhatian terhadap arah transformasi pendidikan nasional sekaligus mengapresiasi berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Budy Sugandi mengatakan, agenda Pendidikan Bermutu untuk Semua merupakan gagasan penting karena kualitas pendidikan harus dirasakan oleh seluruh peserta didik, baik melalui peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan akses, penguatan karakter maupun pengembangan kompetensi.

“Kami mengapresiasi arah kebijakan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Prof. Abdul Mu’ti yang terus mendorong pendidikan bermutu untuk semua. Pendidikan hari ini harus mampu mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi yang terampil, kompeten, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Budy.

Menurut Budy, sejumlah program prioritas Kemendikdasmen 2026 menunjukkan perhatian terhadap berbagai aspek pendidikan, antara lain revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) dan penguatan pembelajaran mendalam. Kemendikdasmen mencatat target revitalisasi 11.744 satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran pada 288.865 satuan pendidikan untuk 2026. (Kemendikdasmen)

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1441H Jatuh Pada 24 April 2020

“Yang menarik adalah bagaimana pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas proses belajar dan kualitas sumber daya manusia. Ini yang perlu terus dikawal bersama agar kebijakan nasional benar-benar memberikan dampak di ruang kelas,” katanya.

Kepala Sekolah: Kebijakan Harus Hadir di Ruang Kelas

Kepala SMKN 7 Kota Serang, Dr. Hj. Sunariah, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan sekolah menyambut baik berbagai kebijakan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi peserta didik.

“Kami menyambut baik berbagai kebijakan Kemendikdasmen dalam mendorong pendidikan yang bermutu, relevan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik. Bagi kami di sekolah, kebijakan tersebut harus diterjemahkan menjadi pembelajaran yang semakin berkualitas, penguatan karakter, serta pengembangan keterampilan siswa agar mereka siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Sunariah.

Pembelajaran Mendalam dan Penguatan Karakter

Budy juga menyoroti kebijakan Pembelajaran Mendalam yang menjadi salah satu fokus Kemendikdasmen. Kementerian menjelaskan pendekatan tersebut diarahkan pada proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan dalam kehidupan nyata. (Kemendikdasmen)

Baca Juga  Demokrat Sarankan Jokowi Belajar Hal Ini kepada SBY

Selain itu, penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda. Gerakan tersebut mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. (Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI)

Ahmad Munji: Kebijakan Pendidikan Membutuhkan Konsistensi

Sementara itu, Dr. Ahmad Munji, pemerhati kebijakan pendidikan, mengatakan transformasi pendidikan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan.

Ia juga mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang terus memperkuat program prioritas pendidikan. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi kebijakan dapat berjalan secara efektif sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Kita perlu mengapresiasi upaya Kemendikdasmen yang terus mendorong transformasi pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif di sekolah, dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan yang beragam di setiap daerah. Kebijakan yang baik perlu dikawal melalui kolaborasi, evaluasi, dan perbaikan secara berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan di SMKN 7 Kota Serang tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman mengenai arah pendidikan nasional sekaligus mendorong kolaborasi dalam menyiapkan generasi Indonesia yang terampil, kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *