Pintu Taubat Terbuka Lebar, Tingkatkan Iman Perbanyak Amal

0

Oleh Ketum DPN BMI Farkhan Evendi

Dinamika kehidupan di dunia berjalan sangat dinamis dan tidak bisa dikendalikan 100 persen oleh seseorang. Bahkan, didalam menjalani kehidupan kita sendiri pun, terkadang masih banyak hal yang berjalan diluar kontrol dan schadule planing kita masing-masing. Bahkan, rencana yang sudah matang pun bisa buyar, hingga nasi yang sudah di depan mulut pun bisa bukan menjadi rejekinya.

Begitu juga dengan keimanan seorang muslim, terkadang adakalanya meningkat namun juga tak jarang mengalami penurunan. Ketika iman meningkat, maka seseorang akan rajin beribadah, rajin sholat, membaca Al-Qur’an, melakukan amal kebaikan dan lainnya. Begitu juga sebaliknya, jika keimanan menurun, maka yang ada adalah bermalas-malasan, melakukan maksiat dan lainnya.

Begitulah Allah menciptakan manusia, terkadang manusia akan menjadi mulia seperti malaikat, namun terkadang akan menjadi pendosa seperti setan. Begitulah Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaannya juga dengan kelemahannya. Sebagaimana firman Allah :
وخلق الانسان ضعيفا

Artinya : manusia diciptakan (bersifat) lemah.

Maka dengan kelemahan yang dimiliki manusia itu, tentu sangat berpotensi melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa menjaga dan merawat iman agar selalu kuat. Menjaga hati agar selalu terpaut kepada pencipta, menjaga langkah perbuatan hanya untuk digerakkan dalam langkah kebaikan.

Tak dapat ingkari, setiap manusia tentu pernah mempunyai kesalahan, pernah berbuat dosa meski sekecil apapun, tidak ada manusia yang luput dosa. Karena manusia pernah berdosa.

Ketika manusia berbuat dosa atau salah, maka pada hakekatnya ia telah menuju arah kesalahan dan manjauhi pada kebenaran. Untuk kembali menuju jalan yang benar maka Allah SWT telah memberikan jalan yaitu dengan cara bertaubat.

Dalam sebuah Firman Allah, menjelaskan bahwa Allah mencintai orang yang bertaubat dan orang yang mensucikan diri.

والله يحب التوابين ويحبب المتطهرين

“Dan Allah mencintai orang orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan dirinya”.

Dari ayat di atas jelas bahwa manusia memiliki dosa, namun juga ada jalan bagi mereka yang ingin bertaubat dan Allah menyukai orang yang bertaubat.

Suatu dosa atau kemaksiatan bukan hanya dilakukan dalam ranah kejahatan fisik dengan cara memukul, menusuk, menembak atau bahkan membunuh. Sebuah kejahatan bisa mengarah kepada psikologis maupun mental dengan cara meneror, menghujat, menghibah dan lainnya.

Dalam dunia politik, kejahatan juga bisa dilakukan dengan mengadudomba, mensabotase, menjatuhkan lawan dengan cara tidak baik dan lain sebagainya yang mengarah kepada sebuah perpecahan dan konflik nyata.

Kejahatan yang dilakukan, baik secara fisik mental atau di ranah kehidupan politik bisa diatasi dengan taubat. Artinya, pelaku tidak akan melakukan perbuatannya lagi dan melakukan taubat. Ciri-ciri orang yang bertaubat yaitu menyeselai diri, mengakui kesalahan, sholat taubat dan tidak akan mengulangi kesalahan.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 112 yang artinya:

” Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.”

Oleh karena itu, mari sebelum terlambat, sebelum pintu taubat ditutup, sebelum ajal menjemput, marilah kita berdoa untuk kebaikan kita, dan untuk menghilangkan dosa-dosa kita karena kelalaian dalam mengambil sikap, kelalaian dalam melangkah sehingga menimbulkan dosa. Mari kita bertaubat dan meningkatkan kembali iman kita dan memperbanyak amal kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here