Peristiwa Tanah Bergerak Nyaris Robohkan Tiga Rumah di Malang

0

Jakarta, Timredaksi.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mengevakuasi tiga keluarga yang tinggal di rumah yang nyaris roboh akibat tanah bergerak. Salah satunya keluarga Sumadi (49). Peristiwa tanah gerak ini terjadi di Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Rumah Sumadi terdampak paling parah dalam peristiwa tanah gerak itu. Hari ini, BPBD Kabupaten Malang membagikan bantuan kepada keluarga tersebut.

“Sementara ini yang kita berikan bantuan satu kepala keluarga, yakni Pak Sumadi yang rumahnya roboh akibat tanah longsor,” ungkap Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, seperti dikutip detik.com, Kamis (5/11/2020).

Jenis bantuan yang mereka berikan yakni sejumlah bahan pokok. Yang terdiri dari sembako, lauk pauk, tambahan gizi, selimut, serta alat-alat kesehatan.

“Untuk rumah Pak Sumadi yang roboh dan tidak dapat digunakan. Kalau 2 rumah yang lain tidak begitu parah,” bebernya.

Meski demikian, mereka yang menempati 3 rumah tersebut diminta untuk mengungsi ke rumah saudaranya. Karena dikhawatirkan bencana susulan akan terjadi kembali.

Baca Juga  WHO Memperingatkan Dunia Akan Kembali ke Titik Awal Jika Negara-negara Tak Bekerja Sama

Sementara Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto menyatakan, terjadinya tanah gerak merupakan kombinasi dari berbagai faktor.

Misalnya kemiringan tanah atau berada di lereng seperti yang terjadi di Desa Baturetno. Di luar itu, karakter geologi atau fisik batuan dan tanah.

“Atau adanya alur air, baik alami maupun drainase buatan. Dan yang terakhir posisi rumah di atas lereng, di bawah lereng. Kemudian saat itu ada gempa atau curah hujan. Setiap wilayah ada kesamaan umum dan juga dominasi faktor tersebut,” ungkap Agus saat dikonfirmasi terpisah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here