Bakal Pegang 51% Saham Bukopin, Kookmin Setor Dana Segar

0

JAKARTA – KB Kookmin Bank telah merealisasikan komitmennya mendukung penguatan likuiditas dan permodalan bank dengan menyetorkan dana segar ke PT Bank Bukopin Tbk, Kamis (11/6).

Direktur Operasi dan TI Bank Bukopin, Adhi Brahmantya menyatakan proses yang telah dilakukan dengan Kookmin Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali baru, masih terus berjalan baik di regulator Indonesia maupun Korea Selatan.

“Untuk membuktikan komitmen sebagai salah satu pemegang saham utama Bank Bukopin, Kookmin Bank telah menyuntikkan dana untuk mendukung likuiditas bank,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/6).

Sebagai bank terbesar di Korea Selatan, kata dia, akuisisi Kookmin Bank terhadap Bukopin adalah pertanda positif di tengah lesunya sentimen pasar terhadap ekspansi bisnis dan perekonomian.

“Tentu hal ini adalah bukti bahwa akusisi KB Kookmin Bank adalah langkah nyata dari optimisme terhadap Bank Bukopin. Sebagai bank penyalur kredit retail (UMKM dan Konsumer) dengan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan ke depannya,” terang Adhi.

Adhi berharap bahwa nasabah semakin yakin bertransaksi keuangan dengan Bank Bukopin, mengingat sinergi dengan KB akan semakin kuat untuk menopang pertumbuhan bisnis ke depannya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin, Jong Hwan Han, yang merupakan direktur yang ditunjuk oleh Kookmin Bank menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan merealisasikan keinginan menjadi pemegang saham pengendali baru dengan kepemilikan minimal 51%, setelah memenuhi proses dan ketentuan yang berlaku baik di Indonesia maupun di Korea Selatan.

Baca Juga  Romo Magnis Suseno: Pasca Putusan DKPP, KPU Harus Bertanggung Jawab

Kabar ini juga telah diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menyebutkan bahwa KB siap menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin.

“OJK telah menerima pernyataan Kookmin Bank, grup finansial terbesar di Korea Selatan, yang saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin telah siap menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin,” demikian isi siaran pers OJK, Kamis (11/6).

OJK menyambut baik dan mendukung rencana Kookmin Bank yang akan memperkuat permodalan dan tata kelola Bank Bukopin, termasuk membentuk manajemen yang profesional untuk mendukung inisiatif peningkatan bisnis. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja industri perbankan dan prospek perekonomian nasional.

Sebelumnya, KB Kookmin Bank resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas IV (rights issue) yang dilaksanakan pada Juni–Juli 2018.

KB menjadi standby buyer setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 Juni 2018. Dalam proses tersebut, KB meraih dana sebesar Rp1,46 triliun dan menguasai 22% saham Bank Bukopin.

OJK secara khusus merilis pernyataan pers atas proses rights issue tersebut dan menyatakan tahapan tersebut akan berdampak positif dalam memperkuat permodalan dan mendukung perkembangan bisnis Bank Bukopin. Right issue tersebut mengindikasikan masih tingginya kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap perbankan di Indonesia.

Baca Juga  Harga Emas Naik Jelang Pertemuan The Fed

Pada 24 Oktober 2019, melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), Kookmin Bank resmi mendapat persetujuan dari pemegang saham.

Dalam perkembangannya, KB Kookmin Bank telah menyatakan siap mendukung proses PUT V dan akan melaksanakan hak yang dimilikinya untuk menambah proporsi kepemilikan saham di Bukopin.

Sekadar informasi, KB Kookmin Bank merupakan bagian dari KB Financial Group. Bank yang berbasis di Korea tersebut tercatat sebagai bank dengan pencapaian net income terbesar di Korea sepanjang tahun 2019.

Saham KB Financial Group tercatat di Korea Exchange (“KRX”) sejak 10 Oktober 2008 dan di New York Stock Exchange (“NYSE”) sejak 29 September 2008.

Total aset KB Financial Group per 31 Desember 2019 mencapai KRW 789,6 triliun (ekuivalen IDR 9,350 triliun).

KBFG telah mengembangkan sayapnya ke pasar global dengan jaringan yang tersebar di Inggris, Amerika Serikat (AS), India, China, HongKong, Jepang, hingga Selandia Baru. Di Asia Tenggara, Kookmin melakukan ekspansi ke Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here