Ketum BMI Nilai Naiknya BPJS Kesehatan Bikin Hidup Rakyat Makin Susah

0

Jakarta – Kesehatan adalah dasar utama kebutuhan kita yang wajib dipenuhi negara, Kalau Tak pakai BPJS apalagi yang mau dilakukan rakyat dikala perlu kesehatan disaat pandemi seperti saat ini.

Kenaikan BPJS merupakan pukulan paling berat diatas kenaikan PLN atau Harga BBM, Kalau Harga BBM mahal atau listrik mahal rakyat mungkin bisa berhemat, tapi kalau BPJS iurannya naik?

Bintang Muda Indonesia apresiasi negara terus membangun fasilitas kesehatan berupa puskesmas, rumah sakit dan lainnya sebagai kewajiban negara.

“Namun kalau BPJS naik apalah artinya semua fasilitas kesehatan itu, kenapa BPJS tak memikirkan Rakyat malah pimpinan BPJS dapat duit ratusan juta tapi kebijakan BPJS konyol bahkan BPJS dikenal memiliki banyak hutang di rumah sakit swasta,” ujar Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi, Kamis (14/5).

“Kalau kita Tak bayar BPJS kita akan dipersulit ngurus surat-surat lain. Dan jika telat bayar, kita kena denda, dan denda juga dinaikan, dari 2,5% menjadi 5% padahal kita,” lanjutnya.

Baca Juga  Farkhan Evendi Nilai Reshuffle Kabinet Tidak Menyelesaikan Masalah

Farkhan menjelaskan bahwa hal ini membuat kehidupan rakyat semakin susah bahkan pegawai sekalipun yang dibayar negara.

“Saya Khawatir kita memasuki era pembiaran kesehatan terparah sepanjang sejarah republik ini, Kas Negara kosong, Kesehatan rakyat tak bisa dijamin, uang Rakyat dikuras sejadi-jadinya padahal konsep BPJS bagus ditengah negara yang abai menolong Rakyat, BPJS menawarkan semangat gotong royong, tapi yang terjadi kini bukan gotong royong tapi menggencet kehidupan Rakyat yang semakin susah ditengah pandemi global ini,” ujar Farkhan Evendi.

Farkhan mengapresiasi Partai Demokrat solid bukan hanya Anggotanya tapi keseluruhan Sikap Fraksi mendukung sikap Anggota menolak kenaikan iuran BPJS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here