Categories: Uncategorized

Ustaz Busthomi Bicara Dukun Santet & Sensasi Sawer Duit Youtuber

Jakarta – Pada Kamis dan Jumat malam lalu, Ustaz M. Ujang Busthomi membagi-bagikan uang ratusan juta rupiah kepada masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) Darurat di Cirebon. Ia juga membagikan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu kepada petugas lapangan di titik-titik penyekatan dan mereka yang ada di pos PPKM.

“Sebetulnya saya juga datang ke pasar-pasar, cari nenek-nenek yang dagangannya gak laku saya borong. Ke tukang becak, buruh, kampung-kampung padet. Saya temui juga perempuan malam, kasih duit terus suruh pulang,” kata Ujang Busthomi kepada detikcom, Sabtu (17/7/2021).

Untuk aksinya itu, pengasuh “Pondok Anti Galau” mengaku mengalokasikan dana dari penghasilannya sebagai youtuber dan sumber dana pribadi lainnya. Selain sebagai ustaz yang biasa memberi pengobatan gratis kepada warga, dia juga dikenal sebagai pengusaha.

Ujang pernah menjadi kontraktor yang ikut dalam pembangunan jalan dan jembatan di Cirebon. Juga menjadi developer, membangun perumahan subsidi. Begitu juga isterinya yang menjalankan bisnis catering dan pembangunan rumah nonsubsidi.

“Kalau penghasilan sebagai youtuber ya di atas gaji presiden lah. Makanya saya bagi-bagikan aja. Kalau buat makan mah ya dari usaha yang lain,” kata Ujang Busthomi berseloroh.

Lelaki kelahiran Cirebon, 5 Februari 1982 itu mengaku cuma sekolah sampai kelas 5 SD. Selebihnya dia mondok di beberapa pesantren di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Ujang Busthomi mulai menjadi youtuber sejak awal pandemi. Kontennya cukup unik karena banyak mengupas soal praktek dukun santet atau klenik di masyarakat. Konten semacam itu sepertinya merupakan kelanjutan aksi dia yang pernah rutin dilakukan saat mengisi acara “Dua Dunia” di Trans7 pada 2009-2012. Dalam tempo kurang dari 1,5 tahun subscribernya sudah mencapai 5,82 juta.

Selain menyembuhkan, terkadang pria yang pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Cirebon itu, juga mendatangi orang yang diduga melakukan aksi santet tersebut.

“Saya menghormati dan angkat topi dengan orang-orang yang diberi kelebihan oleh Allah. Makanya saya sering berbincang dengan para dukun santet supaya tidak merugikan nyawa atau penghasilan orang lain. Tapi kalau tidak bisa diajak bicara ya saya lawan. Saya ajak tarung sekalian,” beber Ustaz Ujang Busthomi.

Selain menyembuhkan, terkadang pria yang pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Cirebon itu juga mendatangi orang yang diduga melakukan aksi santet tersebut. Dia mengaku menghormati orang-orang yang diberi kelebihan oleh Allah.

“Makanya saya sering berbincang dengan para dukun santet supaya tidak merugikan nyawa atau penghasilan orang lain. Tapi kalau tidak bisa diajak bicara ya saya lawan. Saya ajak tarung sekalian,” beber Ustaz Ujang Busthomi.

Tiga bulan lalu di akun youtubenya dia merilis salawatan bersama Cici Faramida dan Siti Rahmawati. Konten tersebut sudah ditonton lebih dari 2,4 juta kali. (HAm/Detikcom)

Hamizan

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

16 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

1 week ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

1 week ago