News

Roadshow Seminar dan Diskusi Buku Santri Indonesia di Tiongkok, PCINU Sapa Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Timredaksi.com, Yogyakarta – Tuntutlah ilmu, walau ke negeri China. Ada yang mengatakan kalimat itu sebuah Hadits tapi sebagian mengatakan itu bukan. Hadits atau bukan, namun kalimat itu sudah menjadi memori kultural bagi umat Islam bahwa China itu menjadi sangat penting artinya di masa lalu dan pastinya memiliki satu posisi yang sangat luar biasa kenapa sampai muncul kalimat itu.

Hal itu disampaikan pengurus Muslimat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta Himayatul Ittihadiyah, M.Hum saat membuka acara Roadshow Seminar Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok (red. China) di Convention Hall Lt.2 kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selasa, 26-3-2024.

Menanggapi hal tersebut, wakil Rois Syuriah PCINU Tiongkok Budy Sugandi, PhD mengatakan bahwa itu memang Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 1612.

“Tentang mencari ilmu ke negeri China itu memang Hadits, Buya Said Aqil Siradj juga pernah menyampaikan kala itu,” ucap Budy.

Dan saya amati dari berita-berita dan masyarakat memang ada spirit yang imbang antara pemerintah dalam menjalankan profesionalisme untuk memberikan kebijakan-kebijakan termasuk ketika bicara riset. Di China ada prioritas untuk berkolaborasi untuk melakukan semacam penta helix antara pemerintah, kampus dan masyarakat,” ucap Budy.

Dalam hal ketekunan, orang China itu patut diacungi jempol. Spirit kerjanya seperti tidak mengenal jam, itulah kenapa ketika ada investor dari China mereka lebih suka membawa orang-orang mereka sendiri karena mereka tahu bagaimana kerja mereka, lanjutnya.

Senada hal itu dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, Moh Khoerul Anwar, PhD menambahkan beberapa perbedaan China dan Indonesia.

“China dan Indonesia meskipun secara kultur sama budaya Timur tapi pola asuhnya berbeda, dan saya mengkaji tentang budaya itu. Antara pola satu yakni budaya itu berkaitan dengan pola kedua budaya,” ucap Khoerul.

Orang China menganggap semakin tinggi pendidikan anaknya, semakin mampu menyekolahkan anaknya maka dia semakin sukses. Meskipun orangtuanya dari kalangan biasa, sopir dan ibu rumah tangga misalnya. Mereka tetap akan menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin artinya semakin tinggi pendidikan anak maka semakin hebat untuk ke depan karena China mengagung-agungkan pendidikan, papar Khoerul.

“Di data tahun 2019, ada setengah juta pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di China. Ada yang jalur mandiri, dan sebagian jalur beasiswa. Kebanyakan yang melalui jalur beasiswa itu memang untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia,” ucap Rois Syuriah PCINU China Ahmad Syaifuddin Zuhri, SIP, LLM.

Jadi China itu strategi diplomasinya mengundang pelajar asing ke negaranya, dan jika telah lulus justru mereka akan diarahkan untuk kembali ke negaranya masing-masing. Di negara China, jumlah pelajar asing terbanyak yakni Korea, kemudian kedua ada Amerika Serikat, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke tujuh, lanjut Zuhri sapaan akrabnya.

Dekan Fakultas Adab dan Budaya UIN Sunan Kalijaga Prof Muhammad Wildan mengajak mahasiswanya untuk banyak belajar tentang China baik dari narasumber langsung maupun dari buku seperti Santri Indonesia di Tiongkok.

“Ini buku yang menarik, buat adik-adik mahasiswa yang mau menempuh pendidikan disana jadi tahu kondisi sebenarnya disana terutama yang muslim. Kalau kita nyaman, tentunya akan menjadikan semangat,” ucap Prof Wildan.

Roadshow Seminar dan Diskusi Buku “Santri Indonesia di Tiongkok” ini merupakan rangkaian kegiatan program tahunan Nihao Ramadhan 2024 di 6 kota yakni Kendal, Banda Aceh, Pontianak, Yogyakarta, Indramayu, dan Mataram, yang diselenggarakan oleh PCINU Tiongkok dalam rangka menyemarakkan hari lahir ke 101 NU.
(Nazlal F. Kurniawan)

Salsa Sabrina

Recent Posts

Turnamen Mancing Empang HUB 4 Oktober 2026: Ruang Temu Komunitas Pemancing

Timredaksi.com, Tangerang Selatan – Buat sebagian orang, mancing masih dianggap kegiatan santai sekadar pengisi waktu…

1 hour ago

JURTIM FEST 2026, Keputusan Juara Diubah Mendadak, Orang Tua Peserta Lomba Marawis Kecewa Berat & Sesalkan Sikap Juri

Timredaksi.com, Jakarta - Perubahan hasil juara secara mendadak dalam lomba marawis antar‑sekolah yang diselenggarakan UMKM…

17 hours ago

Dari Data Menjadi Pemahaman: Perjalanan Muhammad Faris Ulul Azmi Mengedukasi Investor Pemula

Timredaksi.com, Jakarta — Akses terhadap edukasi pasar modal yang mudah dipahami menjadi kebutuhan penting di…

2 days ago

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Timredaksi.com, Sumsel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menegaskan perlindungan satwa liar menjadi bagian penting…

3 days ago

Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat

Timredaksi.com, Sumsel - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni memperkuat upaya perlindungan gajah di Suaka Margasatwa…

3 days ago

Ribuan Pelaku Bisnis Penuhi JICC Senayan di Hari Pertama Global Sources Indonesia 2026, Sambut Ratusan Supplier dari Asia

Timredaksi.com, Jakarta – Global Sources Indonesia 2026 resmi dibuka hari ini di Jakarta Convention Center…

4 days ago