News

Kurikulum Merdeka Harus Dilanjutkan oleh Menteri Selanjutnya

Semarang – Ratusan mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengikuti seminar nasional “Relevansi Kurikulum Merdeka dalam Menjawab Tantangan Zaman”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluudin dan Humaniora, UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan Indonesian Council of Youth Development (ICYD).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, Sukendar. Ketika memberikan sambutan, Sukendar yang merupakan doktor jebolan Australia dengan tegas mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka ini mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman. “Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang matang karena mencoba berdialog dengan sosiologi dan antropologi masyarakat Indonesia”, Papar Sukendar, Senin (19/9/2024).

Setelah dibuka oleh Wadek III, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan pembicara pakar dibidangnya. Di antaranya adalah Budy Sugandi yang merupakan Doktor Pendidikan alumni Southwest University China; Ahmad Munji, penulis lepas dan pemerhati pendidikan yang merupakan doktor alumni Universitas Marmara Turkiye; Usfiatul Marfuaah, aktivis pendidikan dan dosen UIN Walisongo Semarang; dan Tsuaibah yang juga dosen UIN Walisongo Semarang.

Sesi diskusi dimulai dari pembicara Budy Sugandi yang merupakan Ketua Umum ICYD. Dia mengatakan bahwa kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kebutuhan zaman saat ini sudah berubah sangat drastis. Sehingga dibutuhkan kurikulum yang mendukung perubahan tersebut. Nah menurut saya, Kurikulum Merdeka ini menjadi solusi dan jawaban dalam dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa”. Tandas Gandi yang pernah diamanahkan sebagai Co chair Y20-G20 Indonesia 2022.

Ahmad Munji dalam paparannya dia menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka adalah langkah kongkret untuk menjembatani kesenjangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan yang dimaksud adalah kesenjangan pendidikan di kota dan desa, si kaya dan si miskin yang selama ini menjadi problem besar pendidikan Indonesia.

“Kurikulum Merdeka telah mengubah persepsi umum bahwa pintar itu adalah ketrampilan dalam bidang Matematik menuju kecerdasan holistik yang meliputi kecerdasan intelektual, sosial dan spiritual. Kurikulum Merdeka ini harus dirawat dan dilanjutkan oleh Menteri Pendidikan selanjutnya”, Jelas Munji.

Berbeda dengan pembicara sebelumnya, Usfiatul yang menjadi pembicara kedua lebih banyak memotret Kurikulum Merdeka dari sisi gender. Dia mengilustrasikan keterpenuhan hak perempuan dalam materinya itu dengan kehadirannya dan pembicara lain yang juga perempuan. Menurutnya ini adalah bukti kongkret bahwa perempuan tidak lagi hanya menjadi objek dalam pendidikan, tetapi juga pelaku.

“Kurikulum merdeka telah memenuhi keadilan antar laki-laki dan perempuan. Harapannya tidak hanya meningkatnya jumlah peserta didik perempuan, tetapi juga bagaimana kurikulum ini mampu membekali perempuan mandiri setelah selesai pendidikan.” Papar Usfiatul.
Sementara itu, Tsuaibah menyinggung tentang perubahan kurikulum yang terus terjadi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, dia menyadari bahwa perubahan-perubahan tersebut semata-mata dalam rangka menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah. “Saya merasakan Kurikulum Merdeka jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Saya yakin kurikulum ini bisa diaplikasikan di seluruh satuan pendidikan baik dasar hingga perguruan tinggi.”

Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Q kampus 2 UIN Walisongo Semarang ini dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa. Menurut ketua panitia, Nastain, peserta tersebut tidak hanya dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, tetapi juga fakultas lain seperti FITK, Dakwah dan Komunikasi dan Fakultas Ilmu Politik dan Sosial.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Harmoninews.com, Jakarta — Puluhan tokoh, aktivis, akademisi, dan advokat berkumpul di sebuah restoran di kawasan…

4 days ago

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

1 week ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

1 week ago

Advokat Jakarta Ini Tawarkan Model Perlindungan Hukum Tripartit dan Peraturan Pemerintah Baru demi Lindungi 65 Juta UMKM di Era Digital

Timredaksi.com, Jakarta — Shri Hardjuno Wiwoho, S.H., M.M., advokat dan praktisi hukum asal Jakarta, resmi…

1 week ago

Integritas MA lagi Trend.Pimpinan MA segera wujudkan Integritas dalam penyelesaian konflik lahan Luwuk Sulteng, Pesan Ketum FORSIMEMA-RI

Timredaksi.com, Jakarta -- Mewujudkan integritas bukan hanya soal retorika di ruang sidang, melainkan aksi nyata…

2 weeks ago

Menteri Ekraf Lantik Jajaran Pejabat Kemenekraf, Tegaskan Jaga Integritas dan Loyalitas

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik Pejabat…

2 weeks ago