News

Ketua DPD RI Sebut Pencak Silat Dapat Bangun Karakter dan Jati Diri Bangsa, Ini Alasannya

Timredaksi.com, Jakarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai Pencak Silat dapat digunakan untuk membangun karakter dan jati diri bangsa nasional.

Menurutnya, karakter dan jati diri bangsa adalah faktor paling penting dalam menghadapi Dis-rupsi kebudayaan.

“Makanya Pencak Silat harus dibumikan. Harus dikenalkan secara utuh kepada generasi muda,” ujar LaNyalla saat mengisi Webinar Peringatan pengakuan UNESCO atas Pencak Silat yang digelar Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di Bandung, Minggu (12/12/2021).

Menurut LaNyalla, ada 3 unsur pokok dari Pencak Silat yang merupakan satu kesatuan penting.

Pertama, budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya. Kedua, falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi bagi yang mempelajarinya.

Kemudian yang ketiga, pembinaan mental spiritual dan karakter, serta bela diri, seni dan olah raga sebagai aspek integral dari substansinya.

“Tiga hal luar biasa dari olah rasa dan olah raga Pencak Silat akan melatih mulai dari olah tubuh yang menyehatkan badan, olah pikir yang mencerdaskan otak, olah nafas yang mengendalikan nafsu, dan olah rasa yang menyeimbangkan jiwa dan raga, serta olah jiwa yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” paparnya.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, saat ini percepatan perkembangan teknologi dan perubahan global memaksa dunia tanpa batas ruang dan waktu. Sehingga, arus kebudayaan negara-negara di luar juga akan masuk dengan cepat.

“Kekhawatiran para pegiat budaya nusantara akan derasnya arus global yang bisa mengikis habis warisan budaya nusantara, saya rasakan juga. Salah satu yang bisa terkikis adalah Pencak Silat, yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, pada 12 Desember 2019 lalu,” tutur LaNyalla di Webinar dengan tema ‘Membumikan Pencak Silat di Era Disrupsi Kebudayaan.

Karena itu, LaNyalla mengapresiasi Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia yang terus menjaga warisan tersebut.

Bahkan sampai membuat kemasan untuk sosialisasi Pencak Silat melalui Senam Silat Indonesia, agar lebih digemari dan menjadi tren budaya di masyarakat, khususnya generasi muda.

LaNyalla juga bersyukur, beberapa Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi, telah membuka Unit Kegiatan Pencak Silat sebagai ekstra kurikuler.

“Tetapi terus terang, bagi saya, itu belum cukup. Upaya-upaya tersebut penting, tetapi masih di wilayah Karitatif. Sekali lagi, yang perlu dan penting adalah mendekatkan prinsip pembangunan karakter jati diri bangsa dari Pencak Silat dengan semangat warga bangsa ini untuk membangun karakter jati diri bangsa secara nasional,” tegasnya.

Jati diri bangsa ini, dilanjutkannya, harus dibangun dengan karakter yang sama dengan karakter para pendiri bangsa.

“Seperti kita ketahui para pendiri bangsa ini ingin Indonesia menjadi negara besar, yang mampu mewujudkan hakikat dari cita-citanya, yaitu mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” katanya.

Oleh karena itu, kata LaNyalla, saat ini Indonesia memanggil seluruh anak bangsa. Untuk merenungi dan meresapi, sekaligus menghayati jiwa besar negarawan para pendiri bangsa saat merumuskan ideologi, dasar dan tujuan dari lahirnya bangsa ini.

“Yaitu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri dan berdikari, serta tidak bergantung kepada bangsa lain. Sehingga menjadi bangsa yang terhormat, bukan bangsa kuli atas bangsa lain,” ucapnya.

 

Hamizan

Recent Posts

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Timredaksi.com, Jakarta – Carut-marut penyelenggaraan ibadah umrah yang masih terjadi di Indonesia dinilai tidak lepas…

4 days ago

Jannah Firdaus Travel Akan Lakukan Tindakan Hukum kepada Widya Sulfa Anggraeni dan Pihak-Pihak lain yang Menyudutkan Tanpa Klarifikasi

Timredaksi.com, Jakarta - Direktur Jannah Firdaus Travel (JFT) Rahmat Syam kepada wartawan di Jakarta, Rabu,…

7 days ago

KH. Hafidz Taftazani Dorong Kementerian Haji Segera Gelar Diklat Pembimbing Ibadah Haji untuk Regenerasi Pembimbing

Timredaksi.com, Jakarta – Dewan Pembina Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (ASPHURINDO), KH. Hafidz…

7 days ago

Menko Pangan Apresiasi Gerak Menhut Raja Juli Wujudkan Perdagangan Karbon

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Menteri Kehutanan (Menhut)…

1 week ago

Menhut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Wujudkan Perdagangan Karbon Kehutanan

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni resmi meluncurkan Persetujuan Menteri Kehutanan tentang…

1 week ago

Office Manager Klinik di California Ini Latih Talenta Indonesia Jadi Medical Virtual Assistant, Kerja dari Rumah Bergaji Dolar

Timredaksi.com, Jakarta - Di tengah maraknya kasus penipuan lowongan kerja luar negeri yang menyasar tenaga…

1 week ago