Ekonomi

Enam Unit Kios MBC, Tutup Sejak 2003 Menyisakan Masalah

Timredaksi.com – Gedung Muara Baru Center (MBC), sejak serah terima pada tahun 2003 ternyata menyisakan permasalahan panjang berliku dan penuh tanda tanya, terutama enam unit (nomor 214 – 219, lantai 2 Blok B) yang ditutup sehingga berdampak pada kenyamanan pemilik unit lainnya di BlokB.

“Sejak serah terima, ada beberapa unit (214 – 219, lantai 2) yang tidak pernah dipakai. Ujung dan ujungnya, koridor lantai 2 gedung MBC ditutup, seolah olah milik pribadi,” salah seorang pemilik unit di blok B MBC tak ingin sebut namanya, Jumat 24/12/2021

Corridor ditutup, padahal ada jalan menuju tangga ke bawah untuk kegiatan usaha termasuk bongkar muat. Karena sejak 2003 corridor dan enam unit tersebut ditutup, atapnya roboh. Ketentuannya, penyewa wajib memakai unit untuk kegiatan usaha.

Proyek Gedung MBC dengan kontraktornya Jepang. Waktu itu, belum lama acara serah terima kios, suasana PPS sangat nyaman. Semilir angin laut dan pohon-pohon besar membuat para pekerja di PPS betah dan nyaman.

“Tapi sekarang, lantai dasar saja sudah tidak ada WC umum. Blok A MBC, jumlah WC lebih banyak karena (bangunan) dengan dua sisi, kiri – kanan. Blok A tiga lantai, unit kios lebih banyak, tapi tidak ada WC pun bisa digunakan, semua berubah menjadi Gudang. Tangga 101 juga amburadul. Pojok 201 corridor juga diubah menjadi WC pribadi, bahkan disewakan oleh pemilik unit 101, 201 Blok B,” katanya.

Sementara itu, pemilik enam kios (214 – 219, lantai 2 Blok B), Soandy Sutedja mengakui penutupan corridor lantai 2 tersebut. Pada saat serah terima, Soandy sudah berencana buka restoran. Harga sewa enam kios tersebut mencapai 350 juta per tahun. Tetapi, kios yang di bawah gedung MBC blok B dibongkar.

“Saya tidak kasih (pembongkaran), sehingga masalah ini ditangani Polsek Sunda Kelapa. Staf Perum Perindo (Perikanan Indonesia), Yusno punya resto dua pintu. satu pintu ada teralis besi, yang bisa didorong kiri kanan. Karena saya tidak tahu, dia jual,” Kata Soandy

Saya beli Rp 350 juta, dia lempar (kios seharga Rp 350 juta). Dia punya dua petak (unit kios), berarti (keseluruhan) 10 petak. ternyata saya sudah bayar, dibongkar. Saya sempat mau membangun baru, saya minta. Saya minta Dadang (Perum Perindo), dia punya tidak punya,” lanjut Soandy

Tidak lama kemudian, ruang terbuka hijau (RTH) depan MBC ternyata sudah dibangun cold storage/CS, pallet racking system. Sehingga, ia tidak bisa merealisasikan rencana usaha pemanfaatan kios No. 214 – 219 di lt 2 Blok B MBC. Kondisi sekarang, banjir rob di seputar MBC full sepanjang tahun. Perum Perindo (Perikanan Indonesia) mau urug lahan depan MBC dengan perkerasan.

“Tapi air rob bercampur lumpur, limbah, air hujan bau busuk. Sampai sekarang, (upaya urug) belum jadi. Saya tidak bisa bergerak. Saya sewa Rp 90 juta/tahun, hampir enam unit (214 – 219). Saya nggak tahu harus berbuat apa,” pungkasnya (Liu/ror)

Asrorie

Recent Posts

Presiden Prabowo: Anak Orang Miskin Jangan Sampai Tetap Miskin

Timredaksi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kemiskinan terus diwariskan dari…

1 day ago

Kebijakan Menhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia

Timredaksi.com, Jakarta - Komunitas konservasi internasional menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya…

3 days ago

Kabiro Iklan & Promosi Kolaborasi Wabendum HIPMI Syariah Sulsel gagas kerjasama CSR BUMN & BUMD

Timredaksi.com, Jakarta - Langkah taktis yang digagas oleh Syamsul Bahri Kabiro Iklan & Promosi Media…

4 days ago

FKGI Dukung Arah Kebijakan Raja Juli Antoni, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah

Timredaksi.com, Jakarta - Upaya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat konservasi gajah melalui Instruksi Presiden…

5 days ago

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Timredaksi.com, Jakarta – Carut-marut penyelenggaraan ibadah umrah yang masih terjadi di Indonesia dinilai tidak lepas…

2 weeks ago

Jannah Firdaus Travel Akan Lakukan Tindakan Hukum kepada Widya Sulfa Anggraeni dan Pihak-Pihak lain yang Menyudutkan Tanpa Klarifikasi

Timredaksi.com, Jakarta - Direktur Jannah Firdaus Travel (JFT) Rahmat Syam kepada wartawan di Jakarta, Rabu,…

2 weeks ago