Featured

BUMDes Tak Transparan, Kades Ini Dilaporkan ke Penegak Hukum

Kerinci, – Dana BUMDes Desa Koto Petai kembali dipertanyakan Masyarakat, pasalnya, kurangnya transparansi Kepala Desa terkait pengelolaan dana, membuat pemuda geram dengan tingkah laku Kepala Desa yang terkesan cuek saja.

Berkali-kali ditanya ketika rapat bersama tokoh masyarakat setempat, Kepala Desa selalu bertele-tele dalam memberikan jawaban tentang pelaporan keuangan BUMDes tersebut ditengah rapat.

Jumlah dana yang tidak sedikit, pertanggung jawaban yang diduga fiktif selama dua tahun terakhir, yang mencapai nilai ratusan juta rupiah pada setiap tahunnya diduga kuat sengaja dilakukan oleh oknum Kepala Desa Koto Petai untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Hal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat dan Pemuda Desa Koto Petai kepada media ini dan meminta tidak disebutkan namanya, pihaknya akan melakukan berbagai macam cara agar hal ini ditindak oleh aparat penegak hukum, karena mereka menilai, Kepala Desa sudah tidak profesional dalam menjalankan tugasnya yang terkesan KKN.

“Ya, memang benar, untuk saat ini BUMDes Koto Petai tidak dalam keadaan sehat, hasilnya digerogoti oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, dua tahun tidak ada laporan kemasukan, dan hari ini kami meminta bantuan rekan LSM untuk melaporkan kepihak hukum agar ada efek jera kepada oknum tersebut,” ujarnya.

“Tentang dana BUMDes yang kita duga syarat korupsi, kita berharap Aliansi mampu membantu dalam pelaporan kami dari masyarakat.” Tegasnya.

Tempat terpisah, ketua Aliansi Merah Putih Indonesia (AMPI) Indra, dikonfirmasi melalui telepon selulernya Sabtu (18/7/20) sangat mengapresiasi langkah tersebut, masyarakat harus kritis demi majunya Desa, jika gagal komunikasi atau bersifat tertutup kepada masyarakat laporkan ke penegak hukum jika hal tersebut tidak bisa lagi ditolerir, dan jika hal tersebut terjadi di lingkup Kabupaten Kerinci, Aliansi Merah Putih (AMPI) akan mendampingi laporan masyarakat tersebut hingga hingga selesai.

“Laporan masyarakat Desa Koto Petai khususnya terkait BUMDes sudah kita terima, dan akan kita masukkan, tinggal menunggu tanda tangan dari anggota aliansi sebagai wujud partisipasi,” ujarnya kepada wartawan.

Kepala Desa Koto Petai Kasim SE, didatangi wartawan kekediamannya sedang tidak berada dirumah, dan bahkan terkesan alergi kehadiran para kuli tinta tersebut.

Salsa Sabrina

Recent Posts

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Timredaksi.com, Jakarta – Carut-marut penyelenggaraan ibadah umrah yang masih terjadi di Indonesia dinilai tidak lepas…

4 days ago

Jannah Firdaus Travel Akan Lakukan Tindakan Hukum kepada Widya Sulfa Anggraeni dan Pihak-Pihak lain yang Menyudutkan Tanpa Klarifikasi

Timredaksi.com, Jakarta - Direktur Jannah Firdaus Travel (JFT) Rahmat Syam kepada wartawan di Jakarta, Rabu,…

7 days ago

KH. Hafidz Taftazani Dorong Kementerian Haji Segera Gelar Diklat Pembimbing Ibadah Haji untuk Regenerasi Pembimbing

Timredaksi.com, Jakarta – Dewan Pembina Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (ASPHURINDO), KH. Hafidz…

7 days ago

Menko Pangan Apresiasi Gerak Menhut Raja Juli Wujudkan Perdagangan Karbon

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Menteri Kehutanan (Menhut)…

1 week ago

Menhut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Wujudkan Perdagangan Karbon Kehutanan

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni resmi meluncurkan Persetujuan Menteri Kehutanan tentang…

1 week ago

Office Manager Klinik di California Ini Latih Talenta Indonesia Jadi Medical Virtual Assistant, Kerja dari Rumah Bergaji Dolar

Timredaksi.com, Jakarta - Di tengah maraknya kasus penipuan lowongan kerja luar negeri yang menyasar tenaga…

1 week ago