News

PT. Bina Indocipta Andalan Bekerjasama dengan Direktorat Humas DJP Mengadakan Webinar

Timredaksi.com – PT. Bina Indocipta Andalan Bekerjasama dengan Direktorat Humas DJP Mengadakan Webinar tentang. Panduan Terperinci Mengenai Penerapan dan Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 Berdasarkan PP No. 58/2023, PMK No. 168/2023 & PER-2/PJ/2024

Jakarta, Pada hari Kamis 01 Februari 2024 – Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat terkait dengan teknis pelaksanaan perpajakan, PT. Bina Indocipta Andalan bekerjasama dengan Direktorat Humas DJP mengadakan webinar tentang. Panduan terperinci mengenai Penerapan dan Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 Berdasarkan PP No. 58 Tahun 2023, PMK No. 168 Tahun 2023, dan Peraturan DJP Nomor PER-2/PJ/2024.

Webinar dipandu langsung oleh MC yaitu Ibu Angel dan Ibu Cicilia selaku moderator dari PT. Bina Indocipta Andalan. Acara webinar dibuka dengan Opening Speech oleh Bapak Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H., M.H., M.Kn., BKP., CTA, selaku Direktur PT. Bina Indocipta Andalan, dalam Penyampaian opening speechnya Dr. Jhon Eddy, S.E., S.H., M.H., M.Kn., BKP., CTA menyampaikan latar belakang Penerapan dan terkait Perhitungan terbaru PPh Pasal 21 yang diatur dalam PP No. 58 Tahun 2023, PMK No. 168 Tahun 2023, dan dan Peraturan DJP Nomor PER-2/PJ/2024 sebagai peraturan pelaksana dan tindak lanjut penyesuaian tarif pemotongan PPh Pasal 21 dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Seyogyanya aturan terkait Tarif Efektif Rata-Rata (TER) PPh 21 ini berlaku mulai 1 Januari 2024. Adapun pembicara kunci yakni sebenarnya Bapak Eko Ariyanto, Bapak Giyarso, Bapak Bima Pradana Putra dan Bapak M. Iqbal Rahadian selaku Penyuluh dari Direktorat P2Humas Direktorat Jenderal Pajak.

Acara webinar ini diikuti oleh kurang lebih 500 (lima ratus) orang peserta yang berasal dari Perusahaan-perusahaan, Perorangan, dan lintas atau multi profesi, baik yang diikuti via zoom maupun via Live streaming youtube.

Latar belakang Penerapan dan Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 Berdasarkan PP No. 58 Tahun 2023, PMK No. 168 Tahun 2023, dan Peraturan DJP Nomor PER-2/PJ/2024 untuk mensimplifikasi cara perhitungan atas pemotongan PPh Pasal 21 melalui penggunaan tabel
tarif efektif untuk menghitung kewajiban PPh Pasal 21.

Dalam pemaparan materi oleh Pak Eko Ariyanto, Pak Giyarso, Pak Bima dan Pak Iqbal disampaikan pokok-pokok ketentuan penting Penerapan dan Contoh Perhitungan PPh Pasal 21 yang mengacu pada PP No.58 Tahun 2023, PMK No.168 Tahun 2023, dan Peraturan DJP Nomor PER-2/PJ/2024 diantaranya:

1. Pokok-Pokok Perubahan Pengaturan

2. Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21

3. Subjek Pemotong, Subjek Penerima Penghasilan, Dasar Pengenaan Pajak dan Tarif

4. Skema Perubahan PPh Pasal 21 Pegawai Tetap, Pegawai Tidak Tetap, Bukan Pegawai, dan Subjek Lainnya

5. Contoh Penghitungan PPh Pasal 21

6. Pokok Perubahan dalam PER-2/PJ/2024 mengenai Perubahan aplikasi pelaporan elektronik dari aplikasi dekstop ke aplikasi berbasis web, penyesuaian bentuk formulir, penambahan formulir bukti pemotongan bulanan (1721-VIII) yang di ketentuan sebelumnya belum diatur.

Panduan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak pemotong pajak atau pemberi kerja dalam melakukan Penghitungan atas pemotongan PPh Pasal 21 sehingga dapat menekan kemungkinan salah hitung saat melaksanakan kewajiban
perpajakan, serta diharapkan dapat memudahkan penerima penghasilan atau pegawai sebagai pihak yang dipotong untuk melakukan pengecekan kebenaran pemotongan PPh atas penghasilannya sehingga dapat tercipta mekanisme check and balance.

Kami berharap dengan adanya webinar ini, masyarakat dapat lebih mudah memahami dan memberikan kemudahan penghitungan tarif

Pemotongan PPh Pasal 21 sehingga dapat menciptakan pembangunan sistem administrasi.perpajakan yang mampu melakukan validasi atas perhitungan wajib pajak.

 

Salsa Sabrina

Recent Posts

Gus Salam Denanyar Menguat sebagai Poros Alternatif Ketua Umum PBNU, Usung Rekonsiliasi dan Marwah Organisasi

Timredaksi.com, Jombang — Dukungan terhadap KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam Denanyar sebagai calon alternatif…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Andalkan Hujan untuk Padamkan Karhutla: Ada Bibit Hujan, Kita Gelar OMC

Timredaksi.com, Jakarta -- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut hujan menjadi cara paling efektif untuk…

2 days ago

Menhut Raja Antoni Minta Tak Land Clearing: Kondisi Bukan Musim Kering Biasa

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing…

5 days ago

Atas Perintah Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memastikan…

5 days ago

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyiapkan langkah penguatan penanganan kebakaran hutan dan…

5 days ago

Di Tengah Cek Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan

Timredaksi.com, Kalsel - Menteri Kehutanan Raja Antoni mendadak mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan saat melakukan…

6 days ago