News

Perkuat Perlindungan Satwa dari Karhutla, Menhut Raja Antoni: Mereka Tak Bisa Minta Tolong

Timredaksi.com, Sumsel – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menegaskan perlindungan satwa liar menjadi bagian penting dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar yang rentan terhadap kebakaran dan tidak dapat meminta pertolongan ketika berada dalam kondisi terancam.

“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” ujar Menhut Raja Antoni, di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis (17/9/2029).

Menhut Raja Antoni mengatakan satwa liar memiliki keterbatasan untuk menyampaikan kondisi mereka ketika menghadapi ancaman Karhutla. Hal tersebut berbeda dengan manusia yang dapat memberikan tanda atau meminta bantuan ketika berada dalam keadaan darurat.

“Dan mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” katanya.

Karena kondisi tersebut, Menhut Raja Antoni telah memerintahkan jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah untuk turut memperkuat upaya perlindungan satwa liar di tengah penanganan Karhutla. Menurutnya, penyelamatan satwa perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman api.

“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ujar Menhut Raja Antoni.

Dalam penanganan dampak Karhutla terhadap orangutan, Menhut Raja Antoni mengatakan Kemenhut bersama lembaga mitra juga telah menyiapkan jalur pelaporan bagi masyarakat. Warga yang menemukan orangutan di desa diminta tidak memberikan makanan atau melakukan penanganan sendiri, melainkan segera menghubungi call center agar BKSDA bersama mitra dapat melakukan penyelamatan.

Menhut Raja Antoni menambahkan penanganan satwa terdampak juga didukung sejumlah kebutuhan medis, termasuk oksigen dan nebulizer untuk membantu gangguan pernapasan. Peralatan untuk proses evakuasi serta dukungan dari dokter hewan juga disiapkan untuk mendukung penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Azzam Putra

Recent Posts

Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Timredaksi.com, Jakarta – Polri menerbitkan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang Larangan Penggunaan Rokok Elektrik…

2 hours ago

IJTI Cianjur Ajarkan Kaidah Jurnalistik TV Agar Siswa Bijak Bermedsos

CIANJUR - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Kabupaten Cianjur kembali menggelar program…

23 hours ago

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Timredaksi.com, Jakarta – Garuda Institute menyambut positif dan mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya…

1 day ago

Polri Dorong Profesionalisme Satpam, Perkuat Peran dalam Menjaga Keamanan Masyarakat

Timredaksi.com, Semarang - Baharkam Polri mendorong peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan satuan pengamanan (Satpam) sebagai bagian…

1 day ago

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Timredaksi.com, Jakarta - Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata…

1 day ago

Hakim Agung Ainal Mardiah Kupas KUHAP Baru dalam Diskusi Publik di Unimal

Timredaksi.com, Jakarta - Ainal Mardiah jelaskan UU KUHAP No. 20/2025 yang berlaku sejak 2/1/2026 kini…

2 days ago