News

Peremajaan Armada Kapal Pelni, Harus Mendapatkan Perhatian Khusus di Era Pemerintahan Prabowo Gibran

Timredaksi.com, Jakarta – Peremajaan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memang sudah sepatutnya menjadi salah satu agenda prioritas dan mendapat perhatian khusus di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pungkas Syamsul Bahri Awak Media Pinisi.co.id

​Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, konektivitas laut bukan sekadar masalah transportasi, melainkan urat nadi perekonomian, pertahanan, dan perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

​Berikut adalah beberapa alasan strategis mengapa peremajaan armada Pelni sangat krusial di era pemerintahan Prabowo Gibran saat ini:

​1. Faktor Usia Kapal dan Keselamatan Pelayaran

​Mayoritas kapal penumpang utama Pelni saat ini merupakan pengadaan dari dekade 1980-an dan 1990-an hasil kerja sama dengan galangan kapal Meyer Werft, Jerman.

​Banyak armada yang telah beroperasi di atas 25 hingga 30 tahun.

​Meskipun perawatan rutin (docking) terus dilakukan, usia besi yang menua tentu meningkatkan risiko teknis, biaya pemeliharaan yang membengkak, dan efisiensi bahan bakar yang menurun.

​Peremajaan adalah langkah mutlak demi menjamin keselamatan (safety) dan kenyamanan penumpang di seluruh penjuru nusantara.

​2. Selaras dengan Visi Astacita (Swasembada dan Logistik)

​Pemerintahan Prabowo-Gibran mengusung visi Astacita yang salah satunya fokus pada penguatan ekonomi domestik dan swasembada.

​Kapal Pelni tidak hanya mengangkut manusia, tetapi juga logistik (bapokting/bahan pokok penting) ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

​Dengan armada baru yang memiliki kapasitas ruang kontainer (container space) lebih besar dan sistem pendingin (reefer container) yang modern, distribusi pangan dan hasil bumi antar-pulau akan jauh lebih efisien.

Ini adalah kunci utama untuk menurunkan disparitas harga dan menekan inflasi di Indonesia Timur.

​3. Efisiensi Energi dan Net Zero Emission

​Dunia internasional, melalui International Maritime Organization (IMO), tengah memperketat regulasi mengenai emisi karbon dari kapal komersial.

​Kapal-kapal tua Pelni umumnya masih menggunakan mesin dengan konsumsi bahan bakar yang relatif tinggi.

​Pengadaan kapal baru dengan teknologi mesin modern yang ramah lingkungan (eco-friendly) akan membantu pemerintah menghemat subsidi BBM serta sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission.

​4. Menghidupkan Industri Galangan Kapal Dalam Negeri

​Perhatian khusus dari Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam peremajaan ini juga bisa menjadi momentum emas bagi industri maritim domestik.

Jika sebagian kontrak pembangunan kapal (terutama untuk ukuran perintis atau menengah) diserahkan kepada galangan kapal nasional, hal ini akan:

​Membuka lapangan kerja massal.

​Meningkatkan kapabilitas teknologi maritim anak bangsa.

​Memutar roda ekonomi nasional sesuai dengan semangat kemandirian ekonomi.

​Langkah Strategis yang Diharapkan:

​Suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN): Pemerintah perlu memberikan dukungan fiskal yang kuat melalui PMN khusus untuk korporasi Pelni yang dialokasikan langsung untuk uang muka atau pembangunan kapal baru.

​Desain Kapal yang Multiguna (Dual-Use Vessel):

Mengingat fokus pemerintahan saat ini juga pada sektor pertahanan dan ketahanan nasional, kapal-kapal Pelni baru bisa didesain agar siap dikonversi menjadi kapal angkut pasukan atau rumah sakit terapung dalam kondisi darurat/bencana alam.

​Modernisasi Sistem Digital:

Bersamaan dengan fisik kapal, pembenahan sistem tiketing, manajemen manifes, dan integrasi logistik berbasis digital harus diselesaikan agar pelayanan Pelni setara dengan standar transportasi modern lainnya.

Menurut Syamsul,menaruh perhatian khusus pada Pelni di era Prabowo-Gibran bukan sekadar urusan meremajakan aset BUMN, melainkan investasi jangka panjang untuk menyatukan kedaulatan maritim Indonesia. Merdeka di darat, harus merdeka dan digdaya juga di laut.

 

Salsa Sabrina

Recent Posts

350 Buruh Terkena PHK, Dampak Perang Global Makin Terasa

Timredaksi.com, Depok – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang selama ini dikhawatirkan kalangan buruh mulai…

22 mins ago

Satpelhub Gambir Klarifikasi Video Viral Penindakan Parkir Liar di Jalan Tanah Abang 1

Timredaksi.com, Jakarta – Satuan Pelaksana Perhubungan (Satpelhub) Kecamatan Gambir memberikan klarifikasi terkait video yang viral…

4 hours ago

Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga Baik, Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat Jaga Stabilitas Rupiah

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada…

5 hours ago

Budidaya Sidat Nusakambangan Bekali Warga Binaan dan Hidupkan Ekonomi Warga

Timredaksi.com, Jakarta -- Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai tempat pengasingan kini menumbuhkan harapan…

6 hours ago

Komisi II DPR RI Dorong Kepastian Nasib PPPK, Heri Gunawan: Jangan Sampai Ada PHK

Timredaksi.com, Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, menyoroti serius persoalan belanja pegawai…

6 hours ago

Siaga Darurat Karhutla Jambi, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Timredaksi.com, Jakarta – Pantauan cuaca di sebagian besar wilayah Jambi mulai dasaian I akan mengalami…

7 hours ago