Entertainment

Nindy Ayunda Segera Diperiksa Sebagai Saksi atas Kasus Narkoba Suaminya

Timredaksi.com, Jakarta – Penyanyi Nindy Ayunda dikonfirmasi akan dipanggil untuk proses pemeriksaan sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Barat. Nindy diperiksa terkait kasus penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senja api oleh suaminya, Askara Parasady Harsono atau APH.

Hal ini diketahui melalui keterangan pers yang didapat awak media dari pihak Polres Metro Jakarta Barat. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Ronaldo Maradona Siregar menegaskan pihaknya sudah mengirimkan panggilan pemeriksaan kepada Nindy Ayunda.

“Jadi tadi kita sudah (kirim surat) panggilan Nindy Ayunda untuk diperiksa sebagai saksi, atas kasus APH, suaminya,” ujar Ronaldo lewat keterangan resmi, belum lama ini.

Lebih lanjut, Nindy Ayunda akan diperiksa lantaran APH dibekuk di kediamannya, tempat tinggal bersama keluarga kecilnya. Saat pembekukan APH, pihak Polres juga menegaskan adanya anak-anak Nindy Ayunda di rumah.

“Karena APH ditangkap di rumahnya, jadi kita panggil yang bersangkutan (Nindy Ayunda) untuk kita ambil keterangannya,” lanjut Ronaldo.

Hal ini turut dibenarkan Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Purnama Oktora. Arif memastikan surat pemanggilan Nindy Ayunda untuk pemeriksaan sebagai saksi sudah dikirimkan petugas.

“Rencananya Senin, 18 Januari 2021, Nindy Ayunda dijadwalkan menjalani pemeriksaan,” tutur Arif.

Diketahui, Askara Parasandy Harsono atau APH suami Nindy Ayunda ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat terkait dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika.

APH ditangkap di kediamannya, di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Kamis 7 Januari 2021. Saat pembekukan, polisi mendapatkan barang bukti berupa psikotropika jenis Happy Five atau H5 sebangak 1,5 butir dan alat hisap narkotika.

Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti lainnya seperti pelumas rubricant bergambar Canabis, senjata api tanpa izin berjenis Baratta Kalibar 3.65 beserta 50 butir peluru tajam.

Atas kasus itu, APH kemudian dijerat dengan pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 62 Undang Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika. Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. (Azzam/S:Detik.com)

Azzam Putra

View Comments

Recent Posts

Polri Terbitkan SE Larangan Penggunaan Vape bagi Personel

Timredaksi.com, Jakarta – Polri menerbitkan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang Larangan Penggunaan Rokok Elektrik…

2 days ago

IJTI Cianjur Ajarkan Kaidah Jurnalistik TV Agar Siswa Bijak Bermedsos

CIANJUR - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Kabupaten Cianjur kembali menggelar program…

3 days ago

Larangan Ekspor SDA Lewat Negara Perantara, Garuda Institute: Momentum Perkuat Kedaulatan Ekonomi Nasional

Timredaksi.com, Jakarta – Garuda Institute menyambut positif dan mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya…

3 days ago

Polri Dorong Profesionalisme Satpam, Perkuat Peran dalam Menjaga Keamanan Masyarakat

Timredaksi.com, Semarang - Baharkam Polri mendorong peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan satuan pengamanan (Satpam) sebagai bagian…

3 days ago

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Timredaksi.com, Jakarta - Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata…

3 days ago

Hakim Agung Ainal Mardiah Kupas KUHAP Baru dalam Diskusi Publik di Unimal

Timredaksi.com, Jakarta - Ainal Mardiah jelaskan UU KUHAP No. 20/2025 yang berlaku sejak 2/1/2026 kini…

4 days ago