News

FTPI Sambut Baik Hagia Sophia Menjadi Masjid Agung

Jakarta – Forum Travel Partner Indonesia (FTPI) menyambut baik keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum FTPI H. Edy Hamdi SA kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurut H. Edy Hamdi, FTPI yang memiliki ratusan anggota pengusaha travel di Indonesia setiap tahun sebelum ada pandemi Covid-19, para anggota memberikan paket wisata ke Turki dengan mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Turki.

“Tentu dengan dirubahnya Aya Sophia menjadi masjid akan menambah daftar kunjungan Masjid di Turki. Selesai Covid-19, Insya Allah kita kesana,” ucapnya.

Edy Hamdi yang merupakan pria kelahiran Mesir juga memberikan selamat kepada masyarakat Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang telah mewujudkan wasiat dari Sultan Muhammad Al Fatih.

“Alhamdulillah, tidak ada kata yang pantas terucap kecuali segala puji bagi Allah dan rasa syukur mendengar berita gembira, Aya Sofia kembali berfungsi menjadi masjid agung terhitung sejak 11 Juli 2020,” ungkapnya.

Hagia Sophia atau Aya Sofya  adalah sebuah bangunan bekas basilika, masjid, dan sekarang museum, di Istanbul, Republik Turki. Dari masa pembangunannya pada tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel, kecuali pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel.

Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki.

Masjid Agung Aya Sofia adalah wakaf dari sang penakluk Konstantinopel, yang disebutkan oleh Rasululloh shallallahu alahi wa sallam, sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang dipimpinnya, sebaik-baiknya pasukan.

Aya Sofia adalah saksi sejarah tentang sebuah kejayaan Islam, jejak puncak mercusuar Islam di Eropa Timur, bahkan cahayanya menembus ke seluruh penjuru dunia kala itu, sebagaimana Masjid Cordova yang berada di Andalusia, atau Spanyol yang juga puncak mercusuar Islam di barat.

Aya Sofia begitu terkenal dengan kubahnya yang besar dan tinggi. Ukuran diameter 32 meter, dengan ketinggian 55,2 meter dari dasar. Interiornya dihiasi mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni dan dindingnya dihiasi ukiran.

Saat Konstantinopel ditaklukkan Sultan Mehmed II atau kita kenal Muhammad Al Fatih pada 29 Mei 1453. Sultan turun dari kudanya dan bersujud syukur pada Allah, lalu memerintahkan agar Aya Sofia yang awalnya gereja Kristen Ortodoks diubah menjadi Masjid Agung.

Saat ini, kita pun akan merasakan kembali moment-moment indah itu, insya Alloh tanggal 24 Juli 2020, akan dibuka pertama untuk shalat Jum’at berjamaah. Beribadah di masjid Aya Sofia yang telah menjadi WAKAF umat Islam selama 567 tahun ini, semoga menjadi penyemangat untuk meraih kembali kejayaan Islam.

Tak berlebihan jika dalam pidato sambutan atas keputusan pengadilan tinggi Turki, Erdogan menyebut “kemerdekaan Aya Sofya” akan menjadi titik tolak runtuhnya belenggu tirani aneksasi Masjid Al-Aqsha di kota Al-Quds, ia akan merdeka kembali ke pangkuan umat Islam seutuhnya.

Salsa Sabrina

Recent Posts

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

2 days ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

3 days ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

4 days ago

Nalar Komunikasi Dialogis: Membongkar Hegemoni Instrumental dan Mengurai Kebuntuan di Tengah Krisis Kelompok

  Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama ​Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…

4 days ago

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

4 days ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

4 days ago