Timredaksi.com, Jakarta — Sebanyak 8 Proyek galian jaringan pipa air milik PAM Jaya di sepanjang Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan.
Terdapat 4 proyek galian dari 8 milik PAM Jaya tidak memiliki papan pemberitahuan yang sedang beraktifitas pada siang hari.
Aktivitas pengerjaan yang berlangsung pada jam-jam sibuk dikeluhkan para pengguna jalan karena dinilai memperparah kemacetan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Keluhan serupa sebelumnya juga muncul akibat penyempitan ruas jalan yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik galian masih berada di badan jalan sehingga kendaraan harus melaju lebih lambat. Pada jam berangkat dan pulang kerja, antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa ruas yang terdampak proyek.
Reno, seorang pengemudi taksi online yang hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut, mengaku aktivitas galian sangat memengaruhi waktu tempuh perjalanan.
“Kalau jam sibuk macetnya luar biasa. Kami yang kerja di jalan jadi terkena dampaknya langsung. Seharusnya pekerjaan seperti ini dilakukan malam hari atau saat hari libur supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Reno, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, proyek pembangunan infrastruktur memang penting untuk kepentingan masyarakat. Namun, pelaksanaannya perlu memperhatikan kondisi lalu lintas agar tidak menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan.
Ia menilai kemacetan yang terjadi bukan hanya berdampak pada pengendara pribadi, tetapi juga para pekerja transportasi daring yang mengandalkan ketepatan waktu dalam melayani pelanggan.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengendara lain yang berharap ada pengaturan pekerjaan yang lebih baik, termasuk rekayasa lalu lintas yang memadai selama proyek berlangsung.
Sebelumnya, proyek pemasangan jaringan perpipaan PAM Jaya di kawasan Condet telah beberapa kali menuai protes warga dan pengguna jalan karena menyebabkan penyempitan lajur, kemacetan, hingga gangguan aktivitas masyarakat sekitar.
Timredaksi.com, Parepare - Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) melakukan kunjungan kerja ke…
Timredaksi.com, Kalbar - Pemerintah mengandalkan operasi darat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…
Timredaksi.com, Kalbar - Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4-8 September 2026 untuk mendukung operasi…
Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni memberikan arahan dan semangat kepada jajaran Manggala…
Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan…
Timredaksi.com, Kalbar - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni memberikan langkah tegas pemerintah dalam penanganan kebakaran…