News

BMI: Waspada Politik Oligarki Mengancam Negeri

Timredaksi.com, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara, Refl Harun mengemukakan akan ada permufakatan yang berpotensi menjadi kejahatan demokrasi di Indonesia, hal ini lantaran Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke koalisi partai Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Refly, salah satu caranya adalah tujuh partai politik bermufakat untuk mengusung tiga calon. Di mana, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak diikutkan dalam koalisi manapun.

“Maka, pesta itu hanya akan ada di oligarki Istana yang saat ini sudah berhimpun menjadi kekuatan partai politik. Ini berpotensi menjadi kejahatan demokrasi,” kata Refly dalam live YouTube, Kamis (26/8/2021).

Atas kemungkinan skenario jahat ini, Refly menghimbau seluruh masyarakat sipil dan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk segera menghilangkan presidential treshold.

“MK, kalau memang bersumpah bertanggung jawab memberikan keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, seharusnya tidak bisa tidak menghapuskan presidential treshold,” tegas Refly.

Sementara itu, Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi menyebut, negeri ini tak selayaknya terjadi kembali peristiwa-peristiwa pahit yang merusak demokrasi. Karena itu, gagasan atau keinginan memperpanjang kekuasaan tiga periode serta presidential treshold perlu dicounter.

“Catatan perjalanan masa Orde Baru yang berakhir tragis harus menjadi cambuk bagi seluruh warga Indonesia. Jangan sampai ini terjadi lagi kepada pemimpin dan rakyat Indonesia,” terang Farkhan.

Farkhan menyebut, berkaca dari catatan Orde Baru, dalam kalkulasi jangka pendek, perpanjangan kekuasaan Presiden hanya akan mengantarkan kondisi negara lebih hancur.

Menurutnya, selama ini banyak skenario pembenturan, karena perbedaan keyakinan ataupun afiliasi politik. Format politik terkesan kuat dibangun dalam bingkai devide et empera, atau politik belah-bambu.

“Hal ini jelaslah kian mengaburkan spirit kebersatuan dan keadilan sosial,” jelas Farkhan.

Farkhan mengingatkan, skenario jahat sebagaimana yang diungkapkan Refly Harun akan berujung pada perang saudara.

“Negeri ini di depan mata bisa jadi akan berpuing-puing. Rakyat pun dibikin kian sengsara. Sudah cukup kesengsaraan itu,” pungkas Farkhan. (Salsa)

Salsa Sabrina

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

15 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

1 week ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

1 week ago