News

BMI: Ongkos Pemilu Triliunan, Tapi Tidak Hasilkan Negarawan

Jakarta – Pemilihan umum kini masih menjadi cara pemerintah untuk menjaring dan menentukan calon pimpinan kepala daerah, DPR hingga presiden. Tak tanggung-tanggung, biaya pemerintah untuk menggelar pemilu ini pun menelan dana hingga triliunan rupiah.

Ketua Umum DPN BMI Farkhan Evendi meminta pemerintah serius memperhatikan kurangnya kualitas dari pemilu. Mengingat dana yang digelontorkan cukup besar, sehingga harus menghasilkan calon-calon yang berkualitas dan layak.

“Dana pemilu ini cukup besar, maka harus menghasilkan calon yang bagus. Jangan sampai pemilu hanya ajang bar-barnya proses demokrasi karena yang biasanya menang karena mereka adalah orang yang paling banyak uang,”ujar Farkhan.

Menurut Farkhan, pihak Komisi Pemilihan Umum maupun DPR harus memikirkan secara serius bagaimana menyelenggarakan proses pemilu berjalan baik dengan biaya minim.

“Jika perlu untuk melakukan perubahan radikal dalam penyelenggaraan pemilu dan hasilnya akan baik, maka itu perlu dipertimbangkan dan dikaji secara matang,” ucap Farkhan.

“Kalau kemudian hanya menjadi alat buat memanipulasi suara rakyat maka sejatinya dana triliunan itu tak ubahnya kita bakar uang,” lanjutnya.

Farkhan juga mengingatkan kepada para oknum yang berkecimpung dalam penyelenggaraan pemilu harus berbuat taat hukum, jangan sampai hanya karena uang mereka melakukan manipulasi data yang akhirnya merugikan pihak lain.

“Belajar yang kejadian yang sudah-sudah, pihak penyelenggara pemilu juga harus bersikap adil dan tidak main politik uang,” terang Farkhan.

Situasi kebangsaan yang pengap saat ini dengan pemimpin yang tak sepadan hasilnya dibanding uang yang dihamburkan negara untuk pemilu merupakan sumber dari tidak menjelmanya kekuatan rakyat.

Malah justru, yang menjalankan sistem adalah mereka yang mempunyai dana besar terhadap penggembosan proses pemilu. Sehingga yang terjadi adalah menghasilkan pemimpin yang buka lagi pro rakyat, tapi justru menguras kantong rakyat dan kantong negara.

Mendekati pemilu, saat ini kita terhenyak dengan banyaknya orang yang mendirikan partai. Entah bermaksud untuk tujuan apa, namun lagi-lagi kehadiran partai politik juga tak lepas dari anggaran uang negara yang dilerebutkan oleh mereka.

“Seolah partai adalah tempat investasi yang nyaman dimana habis pemilu dia tak pikir kadernya di dewan apakah bekerja membela rakyat atau tidak. Yang penting dia dapat bagian dari gaji kadernya di dewan dan seterusnya,”pungkas Farkhan.

Hamizan

Recent Posts

Solusi Baitullah Indonesia dan Intan Travel Perkuat Sinergi, Hadirkan Beragam Program Umrah

Timredaksi.com, Tangerang — PT Intan Travel International menjemput kepulangan 16 jemaah umrah di Bandara Internasional…

12 hours ago

PT Solusi Baitullah Indonesia Apresiasi Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah, Dorong SDM Profesional

Timredaksi.com, Tangerang — Program Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan V Tahun 2026 resmi…

12 hours ago

HUT ke-19 GANNAS, Umma Yunita Setiawati Dorong Sinergi Perangi Narkoba dan Selamatkan Generasi Bangsa

Timredaksi.com, Banten — Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANNAS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 pada…

12 hours ago

Gali Potensi Santri, FASI Cilaku Cetak Generasi Qur’ani Berkarakter

  CIANJUR - Gelaran Festival Anak Shaleh Indonesia tingkat Kecamatan Cilaku Tahun 2026 berlangsung meriah…

1 day ago

Peduli Warga dan Lingkungan, Hallonews Gelar Tiga Aksi Sosial di Pandeglang

Timredaksi.com, Pandeglang – Kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan diwujudkan Hallonews bersama Dompet Dhuafa melalui…

1 day ago

Perkuat Ekosistem Bank Sampah, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta 1 memperkuat sinergi pengelolaan sampah berkelanjutan…

5 days ago