News

Anggota Komisi II DPR RI: Seragam dan Atribut Baru ATR/BPN Tidak Telalu Substantif

Jakarta_timredaksi.com–Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus angkat bicara terkait seragam yang baru saja diperkenalkan oleh Menteti ATR/BPN Hadi Tjahyanyo untuk pejabat dan pegawai BPN. Seragam baru tersebut menggunakan tanda baret, pangkat sampai tongkat komando.

Politisi PAN dapil Sumbar mengukapkan sebagus apapun atribut yang digunakan oleh BPN tidak akan berarti jika kualitas kinerjanya masih jauh dari harapan dan keinginan masyarakat.

“Lebih baik melakukan penataan dan evaluasi internal dijajarannya serta memperbaiki mentalitas pegawai ATR/BPN yang dinilai masyarakat belum bisa mengatasi segala masalah agraria dan tata ruang, termasuk masalah mafia tanah yang melibatkan ‘orang dalam’ BPN di seluruh Indonesia, ” kata Guspardi pada awak media, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, langkah yang sudah dilakukan oleh Pak Hadi Tjahyanto sejauh ini sudah baik, dengan berkolaborasi pihak kepolisian dalam mengungkap dan membongkar mafia tanah.

Ia juga menyampaikan Hadi tak segan-segan memecat pegawai BPN yang terbukti tetlibat membantu sindikat mafia tanah tersebut dan beliau juga sering turun ke bawah/ lapangan.

“Hal inilah yang lebih prioritas dan substantif untuk di kerjakan,” tegasnya

Lebih dari itu Hi GG merasa khawatir akan membuat para pegawai BPN malah merasa seperti aparat penegak hukum serta akan bersikap arogan dan semena-mena dalam melayani masyarakat.

Dirinya menyebut hal itu akan dapat menjadi dinding pembatas antara masyarakat dengan jajaran ATR/BPN sebagai pelayan masyarakat.

“Bukan tidak mungkin juga disalahgunakan oleh jajaran BPN untuk menakut-nakuti masyarakat kecil yang berhadapan dengan para ‘cukong’ tanah, bentuk penyelewengan lainnya. Yang pada akhirnya ASN BPN tentu tidak lagi fokus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai pengabdian yang utama mereka,” ungkapnya

Anggota Baleg DPR RI itu menilai telah terjadi pemborosan anggaran negara dan menpertontonkan ‘ego sektoral’ semata dengan pengadaan seragam baru yang tidak berdampak langsung terhadap penyelesaian masalah pertanahan dan pemberantasan mafia tanah.

Sementara masyarakat kata Hi. GG masih berharap anggaran APBN digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Karena setiap rupiah dari anggaran negara harus dipergunakan secara efektif dan efisien serta berdampak langsung kepada program-program kesejahteraan masyarakat dan pemulihan ekonomi,” tukasnya

Oleh karena itu, sebaikanya Kementerian ATR/BPN lebih fokus membenahi hal yang lebih substantif seperti permasalahan mental dan perilaku korup oknum ASN di Kementerian ATR/BPN, sistem tata kelola pertanahan yang carut marut hingga mafia tanah bersarang di Kementerian ATR/BPN.

Juga lebih massif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para stakeholders dan masyarakat luas mengenai program-program kementrian yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tolok ukur keberhasilan Kementrian ATR/BPN bukan dengan seragan dan atribut baru, tapi bagaimana masalah pertanahan dan tata ruang bisa diselesaikan, dan masyarakat dalam berurusan dengan jajaran ATR/BPN bisa dengan cepat, mudah, tidak banyak birokrasi serta prima dan paripurna dalan pelayanan.

“Jika ASN BPN bekerja dengan cerdas dan ikhlas melayani masyarakat maka jangankan wibawa, tingkat kepercayaan publik niscaya akan meningkat dan bahkan akan dihormati dan disayangi rakyat,” pungkasnya

Sementara itu, Hadi Tjahyanyo sebagai Menteri ATR/BPN menjelaskan alasan penambahan atribut itu agar para Kakanwil BPN Provinsi dan Kakantah dapat lebih percaya diri dalam melaksanakan pekerjaan. Penambahan atribut ini dilakukan usai dirinya meminta kepada kepala daerah mendorong Kakanwil dan Kakantah ATR/BPN masuk ke dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus.

“Saya mengumpulkan seluruh pejabat pusat dan daerah Kementerian ATR/BPN, kurang lebih 1.000 orang, termasuk seluruh Kakanwil dan Kakantah, untuk diberikan arahan sekaligus merapatkan barisan dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujar Hadi dalam keterangan di laman resmi Kementerian ATR/BPN dikutip Rabu (27/7).

Asrorie

Recent Posts

Ditjen Hubla dan Pemda Ngada Teken Perjanjian Hibah Aset, Perkuat Pengembangan Pelabuhan Maumbawa NTT

Timredaksi.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada menandatangani…

8 hours ago

Ketua PT Surabaya Ingatkan Advokat Baru: Jaga Integritas, Tegakkan Keadilan*

Timredaksi.com, Jakarta - Prosesi penyumpahan kali ini diikuti oleh sejumlah organisasi advokat, di antaranya Perkumpulan…

11 hours ago

Sertipikat Tanah Hilang? Begini Panduan Cara Mengurusnya

Timredaksi.com, Jakarta - Kehilangan sertipikat tanah bisa terjadi karena berbagai kondisi, seperti tercecer, perpindahan tempat…

13 hours ago

PN Jakpus Live Gelar Sidang Pledoi Nadiem Makarim Pagi Ini

Timredaksi.com, Jakarta - Menjelang dilaksanakannya sidang agenda pembelaan (pledoi) terdakwa Nadiem Anwar Makarim dalam perkara…

13 hours ago

Kiprah Firdha Pusar Dg Kulle Manager Iklan & Promosi Media Pinisi di HIPMI Syariah Sulsel

Timredaksi.com, Jakarta - Kiprah Firdha Purnama Sari atau di singkat Pusar Dg Kulle selaku Manager…

1 day ago

Timwas Haji Minta KJRI Jeddah Beri Sanksi Tegas Oknum WNI Penipuan Badal Haji

Timredaksi.com, ARAB SAUDI - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), mendesak…

1 day ago