News

Alus UK Murib: Pemda Harus Fasilitasi Modal Usaha bagi Pengusaha OAP

Timredaksi.com, Nabire — Pengusaha asli asal Papua Tengah, Alus UK Murib, S.E menyerukan perlunya langkah nyata dari Pemerintah Daerah Papua Tengah dalam memberikan perlindungan dan dukungan bagi para pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Dalam pernyataannya, Senin (4/8/2025) ia menekankan bahwa pengusaha OAP menghadapi tantangan struktural dan kompetisi yang tidak seimbang di tanah mereka sendiri.

“Perlindungan terhadap pengusaha OAP bukan hanya kebijakan afirmatif, tetapi adalah bentuk keadilan dan pengakuan atas hak-hak ekonomi masyarakat asli. Pemerintah daerah wajib hadir, tidak bisa bersikap netral, apalagi pasif.” tegas Alus.

Menurut Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua Tengah ini, salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh pengusaha OAP adalah keterbatasan akses terhadap permodalan, pelatihan usaha, dan jaringan distribusi pasar. Hal ini, kata dia, menyebabkan banyak pelaku usaha OAP hanya menjadi pelengkap dan bahkan sekadar penonton di daerah sendiri.

Alus UK Murib menilai masalah permodalan bisa diatasi dengan Bank Papua yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah, harus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Orang Asli Papua (OAP). Karena itu, para pengusaha OAP terutama pelaku UMKM harus dipermudah dalam mengakses pinjaman dengan bunga rendah.

Ia juga mengingatkan kembali bahwa dana Otsus sebagaimana Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 secara tegas menekankan pentingnya pemberdayaan OAP. Artinya, dana Otsus harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan OAP.

“Di Papua Tengah ini, jangan sampai kita hanya jadi penonton. Pemerintah harus memberikan perhatian yang sungguh-sungguh agar pengusaha OAP, bisa berkembang dan naik kelas dengan pengusaha dari luar.” ujar pemilik Hotel Mutiara Black Nabire ini.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar Pemda Papua Tengah segera membentuk lembaga khusus atau memperkuat lembaga yang sudah ada yang bertugas mendampingi, membina, dan memberikan insentif kepada pengusaha OAP, termasuk program inkubasi bisnis bagi usaha milik OAP.

“Kami percaya, dengan intervensi yang tepat dan berpihak, OAP mampu membuktikan diri sebagai pelaku ekonomi yang unggul dan mampu membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Politisi Hanura ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekonomi berbasis kultural dalam membangun Papua Tengah. “Kalau Papua ingin maju, maka pembangunan harus dimulai dari orang Papua itu sendiri. Kedaulatan ekonomi OAP adalah prasyarat penting untuk pembangunan yang adil.”

Sebagai penutup, Ketua DPD Hanura Papua Tengah ini menegaskan bahwa partainya akan terus mendorong isu ini secara politik, baik melalui jalur aspirasi legislatif maupun penguatan kebijakan daerah yang berpihak pada pengusaha OAP.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Eigendom Verpoding Jangan Dilegalkan Putusan Pengadilan

Timredaksi.com, Jakarta - Pernyataan Syamsul Bahri Ketum FORSIMEMA kali ini sangat krusial dan menyentuh akar…

9 hours ago

Pria Asal Cipayung Diduga Bunuh Diri dengan Melompat dari Jembatan Cawang

Timredaksi.com, Jakarta – Seorang pria bernama Iwan, warga Jalan Dalang Muncul, Cipayung, Jakarta Timur, dilaporkan…

1 day ago

PN Cirebon Hukum Anak Pelaku Tawuran dengan Kewajiban Adzan & Belajar Al-Quran

Timredaksi.com, Cirebon -- Pengadilan Negeri (PN) Cirebon menjatuhkan pidana pengawasan dengan syarat umum dan syarat…

2 days ago

Dishub DKI Jakarta Tebar Kepedulian Lewat Kurban 41 Sapi dan 15 Kambing

Timredaksi.com, Jakarta - Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka…

2 days ago

Warga Binaan Lapas Tangerang Sukses Olah Limbah FABA Jadi Material Konstruksi Berstandar WIKA

Timredaksi.com, Tangerang — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang sukses mengeksekusi program hilirisasi industri berbasis…

2 days ago

Kementerian HAM Tegaskan Hak untuk Dilupakan Tidak Hapus Berita di Media

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan konsep right to be forgotten atau…

2 days ago