Categories: EkonomiFeaturedNews

Alasan Pertamina Belum Turunkan BBM Meski Harga Minyak Anjlok

Jakarta – Timredaksi.com, Tren harga minyak mentah dunia terus merosot. Produksi minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Mei bahkan anjlok hingga minus US$37,63 per barel. Ini merupakan kejatuhan terbesar sepanjang sejarah sejak 1983.

Harga minyak mentah anjlok karena pasokannya berlebih dan para produsen kehabisan tempat untuk menampung. Sejalan dengan itu, permintaan juga nyaris nihil karena kebijakan social distancing membuat sepertiga populasi dunia berdiam diri di rumah masing-masing.

PT Pertama (Persero) mengungkap masih belum bisa menurunkan Bahan Bakar Minyak (BBM) meski harga minyak dunia tengah turun. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkap secara bisnis pilihan untuk menurunkan harga BBM dan bahkan menutup kilang memang lebih mudah dilakukan di tengah kondisi tersebut.

Tetapi, hal tersebut tidak mungkin dilakukan Pertamina. Pasalnya, Pertamina merupakan BUMN.

“Sekarang BBM impor lebih murah. Kalau lihat harga (minyak) kaya gini, mending kami tutup semua kilang. Tapi tidak bisa seperti ini,” ujarnya dalam RDP dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/4).

Nicke menambahkan sebagai perusahaan BUMN, pihaknya tidak bisa menurunkan harga BBM dan menutup kilang walau harga minyak turun. Pasalnya di tengah masalah tersebut, perusahaan tetap harus membayar gaji karyawan.

Selain masalah tersebut, Nicke mengatakan kesulitan Pertamina untuk menurunkan harga BBM juga disebabkan oleh formula harga BBM dibuat oleh Kementerian ESDM. Dengan formula tersebut, posisi perusahaan tidak mungkin menyesuaikan OPEX dan CAPEX dengan harga minyak saat ini.

Pasalnya, harga produksi minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan harga minyak yang diberitakan. “Kami masih diskusi dengan ESDM, bagaimana bisa nyerap dan relaksasi harga,” paparnya.

admin

Recent Posts

Menhut Raja Juli: Penindakan Perusahaan Terlibat Karhutla Tak akan Berhenti

Timredaksi.com, Kalimantan - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap akan menindak tegas perusahaan yang terlibat…

14 hours ago

BPK Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun…

3 days ago

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menguji coba skema pelatihan hibrid yang menghubungkan pembelajaran…

4 days ago

Neng Eem Ajak Masyarakat Cianjur Perkuat Wawasan Kebangsaan Lewat Empat Pilar MPR RI

CIANJUR — Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz kembali melaksanakan kegiatan…

6 days ago

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH

GEMPA BUKAN UKURAN DOSA SEBUAH DAERAH Dr. DARYONO, anggota IABI Ketika suatu daerah dilanda gempa,…

1 week ago

Survei LKPI: Gerindra Pimpin Elektabilitas, PSI 4,3 Persen

Timredaksi.com, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika politik menjelang Pemilu 2029, termasuk…

1 week ago