Agama

Umrah Perdana New Normal, 100 Jamaah Indonesia Gagal Berangkat

Jakarta, Timredaksi.com – Sekitar 100 jamaah umrah asal Indonesia yang sedianya akan berangkat pada keberangkatan perdana jamaah umrah dari Indonesia pada tanggal 1 November 2020 gagal berangkat.

Dilansir dari Kompasiana.com, Senin 2/11/2020, dari 360 orang jamaah umroh yang mendaftar dan kemudian di PCR test, sebanyak 22 orang hasil PCRnya positif, sementara itu 88 orang lainnya tidak bisa diberangkatkan dengan beberapa alasan. Ada beberapa alasan mengapa 100 jamaah ini tidak berangkat yaitu:

1. Jamaah belum memiliki visa umroh, visa umroh menjadi hal wajib untuk dimiliki oleh jamaah yang akan berangkat. Kemarin sebagian dari Jamaah umroh belum memiliki visa sewaktu mereka tiba di airport.

Beberapa kemudian Visanya keluar di saat last minute dan beberapa lainnya keluar di saat counter check in pesawat sudah tutup dan pesawat sudah bergerak mundur. Informasi yang diterima adalah bahwa sistem olne visa terganggu sehingga menyebabkan keterlambatan dikelaurkannya visa umroh tersebut.

2. Jamaah belum memiliki hasil PCR test negative, dikarenakan adanya aturan bahwa pcr test harus memiliki validasi 72 jam sehingga banyak jamaah dari luar dearah yang melakukan test sehari sebelumnya di hotel tempat karantina di Jakarta ataupun lab yang ditunjuk yang bekerja sama dengan Muasasah/Saudi Airline yang terletak di daerah Halim PK.

Hal ini menyebabkan menumpuknya hasil tersebut dan terlambat dikeluarkan sehingga banyak dari Jamaah yang sudah memiliki tiket dan visa tetapi belum memiliki hasil PCR test yang negatif tidak dapat di check in dan diberangkatkan oleh pihak maskapai. Belum diketahui apakah ke depan Jamaah bisa melakukan PCR test selain tempat yang telah ditunjuk ini.

3. Jamaah belum memiliki tiket pesawat, ada beberapa jamaah ternyata belum memiliki reservasi yang confirm dan tiket untuk terbang ke Jeddah sehingga mereka akhirnya tidak bisa diberangkat.

Jamaah yang gagal berangkat dengan ketiga alasan tersebut diatas diberikan opsi untuk diberangkatkan kembali pada penerbangan Saudi airlines yang tersedia barikutnya yaitu pada tanggal 3 November 2020. Artinya, jamaah tersebut harus memastikan bahwa pihak maskapai sudah merubah reservasi tiketnya ke tanggal di maksud dan sudah confirm mendapatkan seatnya.

Berikutnya adalah Jamaah yang gagal tersebut harus melakukan PCR test ulang dikarenakan hasil PCR test negatif kemarin sudah tidak berlaku lagi jika digunakan pada tanggal 3 November 2020 nanti. Dan tentu saja kalo jamaah dari luar kota mereka harus mengeluarkan biaya extra untuk penginapan selama 2 malam ke depan.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

5 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

1 week ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

3 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago