News

Terungkap, Ini Detik-Detik Pengusaha Kuliner Cabuli Karyawannya di Mobil BMW

Timredaksi.com – Pengusaha kuliner di Surakarta, Jawa Tengah, berinisial HDC harus berurusan dengan polisi karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Korbannya adalah karyawan pelaku sendiri yakni berinisial VDA, 17, warga Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi saat korban dan pelaku berada dalam satu mobil.

Kejadian itu bermula saat tersangka HDC mengajak korban ke salah satu restoran di kawasan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta untuk membicarakan permasalahan yang dialami VDA, Sabtu (18/09/2021) malam sekitar pukul 22.30.

Dalam perjalanan mengantarkan VDA pulang, Minggu (19/09/2021) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB tersangka menawarkan minum-minuman keras.

Sesudah itu, terjadilah perbuatan cabul dan persetubuhan oleh HDC terhadap VDA di dalam mobil BMW yang terparkir di Jalan Pleret Utama III 23 Kelurahan, Banyuanyar, Surakarta.

Aksi bejat bos restoran itu terkuak setelah orang tua korban (TW) membuat laporan polisi ke pihak Polresta Surakarta, Minggu (19/09/2021).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, VDA dan HDC mulai berkenalan saat VDA diterima sebagai karyawan di restoran tersebut pada Juni 2021 lalu.

Memasuki bulan Juli 2021 atau satu bulan VDA bekerja, jalinan komunikasi keduanya makin intens.

Keduanya mulai akrab dan membuat tersangka mengetahui beberapa masalah korban.

Pengusaha kuliner di Surakarta, Jawa Tengah, berinisial HDC harus berurusan dengan polisi karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

“Tersangka merayu korban dengan janji-janji menyelesaikan masalah keuangan, sekolah dan perayaan ulang tahun ke-18 korban yang membuat korban baper,” jelas Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (24/11/2021) siang.

Polisi telah menyita barang bukti berupa pakaian korban, pakaian tersangka saat kejadian dan satu unit mobil BMW milik tersangka.

“Saat ini tersangka sudah ditahan di rutan Mapolresta Surakarta dan telah diajukan berkas ke JPU pada penelitian tahap pertama, dan telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Surakarta,” ungkap Kombes Ade.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara 5 tahun sampai 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Ade menambahkan, Satreskrim Polresta Surakarta masih menyelidiki terkait dengan dugaan pelanggaran memperkerjakan anak di bawah umur.

“Untuk saat ini kami masih fokus dalam pengungkapan dugaan kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur termasuk sengaja melibatkan anak dalam penyalahgunaan alkohol,” pungkasnya.

 

(Montt/JPNN)

Azzam Putra

Recent Posts

Implikasi Yuridis Pengalihan Rekening DHE SDA ke Himbara dalam Perspektif Hukum Persaingan Usaha

Timredaksi.com, Jakarta - Mandatori sentralisasi DHE SDA ke bank Himbara lewat PP 21/2026 sah secara…

22 hours ago

PELNI Apresiasi TNI AL Atas Temuan Air Raksa Di Atas KM Nggapulu

Timredaksi.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengapresiasi langkah cepat dan…

1 day ago

Mendes Yandri Ajak APDESI Merah Putih Kawal Program Presiden Prabowo Subianto

Timredaksi.com, Serang – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Dewan…

1 day ago

PA Jakarta Pusat Jadi Rujukan Internasional, Layanan Digital Dipelajari Zanzibar

Timredaksi.com, Jakarta – Pengadilan Agama Jakarta Pusat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan peradilan yang…

2 days ago

Zanzibar Kadhi’s Court Jadikan MA RI Rujukan Transformasi

Timredaksi.com, Jakarta - Delegasi Zanzibar pelajari transformasi digital & tata kelola hukum keluarga Islam dalam…

2 days ago

Mahkamah Agung Perkuat Sinergi dengan Media, Fokus Sosialisasi Implementasi KUHP Baru

Timredaksi.com, Jakarta - Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menggelar kegiatan media gathering bersama para…

2 days ago