Featured

Siaga Darurat Karhutla Jambi, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Timredaksi.com, Jakarta – Pantauan cuaca di sebagian besar wilayah Jambi mulai dasaian I akan mengalami penurunan curah hujan. Hal tersebut terjadi seiring masuknya musim kemarau. Kondisi ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku sejak 27 April 2026 hingga 31 November 2026. Dengan adanya potensi karhutla dan penetapan status tersebut, Gubernur Jambi meminta dukungan BNPB untuk OMC di wilayahnya. OMC mulai dilakukan pada 5 Juni 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 nanti. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan maupun meminimalkan terjadinya karhutla.

Operasi BNPB di wilayah Jambi yang melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan TNI AU dipusatkan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sementara itu, pesawat dan bahan baku OMC telah tiba di Jambi pada Jumat lalu (5/6). Pada hari itu juga satu sorti penerbangan OMC menyemai garam sebanyak satu ton pada awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan.

OMC berlangsung di sekitar wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Pascaoperasi, hujan terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat dan Muaro Jambi.

Selanjutnya pada Sabtu (6/6), OMC kembali dilakukan dengan jumlah satu sorti. Operasi penyemaian berlangsung di atas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan terpantau adanya hujan di daerah itu.

Dukungan OMC merupakan komitmen BNPB dalan penanganan kahutla di enam wilayah prioritas, di antaranya Jambi. Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat apel kesiapsiagaan karhutla tahun 2026 di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, pada 6 Mei 2026 silam.

Kepala BNPB menyatakan pihaknya memberikan dukungan operasi udara, termasuk OMC, di enam provinsi prioritas. Ini akan dilakukan apabila ada permohonan dari gubernur, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat.

“Langkah-langkah yang dilakukan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan kombinasi dari pencegahan dan pemadaman. Untuk operasi pemadamannya dititikberatkan kepada satgas darat ketika api sudah ada. Sebelum api banyak perlu dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan,” ujar Letjen Suharyanto saat itu (6/5).

Menyikapi musim kemarau yang berpotensi dapat memperburuk bencana asap akibat karhutla, BNPB menekankan kembali kepada semua pihak instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla. BNPB mengimbau, di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian, dapat bekerja sama dalam pencegahan dini.

 

Salsa Sabrina

Recent Posts

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

2 days ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

2 days ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

3 days ago

Nalar Komunikasi Dialogis: Membongkar Hegemoni Instrumental dan Mengurai Kebuntuan di Tengah Krisis Kelompok

  Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama ​Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…

4 days ago

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

4 days ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

4 days ago