Agama

Qatar dan Arab Saudi Sepakat Buka Kembali Wilayah Udara Perbatasan

Timredaksi.com – Setelah perseteruan lebih dari tiga tahun, Arab Saudi dan Qatar sepakat untuk membuka kembali wilayah udara dan perbatasan mereka mulai Senin (04/01/2021).

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Ahmad Nasser al-Sabah mengatakan Emir Kuwait Sheikh Nawaf al-Ahmad al-Jaber al-Sabah berbicara dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman melalui telepon untuk membahas masalah tersebut.

Dia mengatakan para pemimpin setuju untuk membahas semua masalah terkait selama KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang akan dimulai di ibu kota Saudi, Riyadh, pada Selasa.

Emir Kuwait akan mengambil bagian dalam KTT ke-41 dewan itu dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak dia menjabat pada 30 September.

“Dalam perkembangan terkait, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menegaskan kembali bahwa KTT GCC yang akan datang akan menjadi pertemuan puncak untuk menutup barisan dan menyatukan sikap dan untuk meningkatkan pawai kebaikan dan kemakmuran,” kata penyataan tersebut.

KTT itu diharapkan menjadi saksi penandatanganan kesepakatan untuk rekonsiliasi Qatar dengan negara-negara yang memboikot, atau dengan Arab Saudi, sebagai langkah pertama.

Dalam reaksi pertama dari UEA, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Anwar Gargash menyebut acara di Riyadh sebagai puncak bersejarah yang setara.

Gargash mengatakan kekuatan regional ingin memulihkan kohesi Teluk dan memastikan keamanan, stabilitas serta kemakmuran negara dan rakyat adalah prioritas pertama.

“Kami memiliki lebih banyak pekerjaan [untuk dilakukan] dan kami berada di arah yang benar,” ujar dia.

UEA belum mengonfirmasi tingkat keterwakilannya di KTT tersebut, sementara pemimpin Bahrain dan Oman telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan hadir.

Delegasi kedua negara akan dipimpin oleh pejabat senior.

Kemajuan tersebut merupakan terobosan baru dalam upaya untuk mengakhiri krisis diplomatik yang dihadapi Qatar dengan Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak Juni 2017.

Setelah menuduh Qatar mendukung terorisme dan mencampuri urusan internal mereka, keempat negara itu memutuskan hubungan dengan Doha dan memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di negara itu.

Qatar, dengan dukungan Turki, secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyuarakan kesiapan berdialog untuk mengakhiri kebuntuan.

admin

Recent Posts

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Harmoninews.com, Jakarta — Puluhan tokoh, aktivis, akademisi, dan advokat berkumpul di sebuah restoran di kawasan…

1 day ago

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

1 week ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

1 week ago

Advokat Jakarta Ini Tawarkan Model Perlindungan Hukum Tripartit dan Peraturan Pemerintah Baru demi Lindungi 65 Juta UMKM di Era Digital

Timredaksi.com, Jakarta — Shri Hardjuno Wiwoho, S.H., M.M., advokat dan praktisi hukum asal Jakarta, resmi…

1 week ago

Integritas MA lagi Trend.Pimpinan MA segera wujudkan Integritas dalam penyelesaian konflik lahan Luwuk Sulteng, Pesan Ketum FORSIMEMA-RI

Timredaksi.com, Jakarta -- Mewujudkan integritas bukan hanya soal retorika di ruang sidang, melainkan aksi nyata…

1 week ago

Menteri Ekraf Lantik Jajaran Pejabat Kemenekraf, Tegaskan Jaga Integritas dan Loyalitas

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik Pejabat…

1 week ago