Ekonomi

Prawita GENPPARI Eksplorasi Tebing Pongpet di Desa Kujang

Jakarta, Timredaksi.com – “Pemetaan potensi wisata tiap daerah perlu di break down menjadi pemetaan potensi desa. Hal ini perlu dilakukan mengingat potensi wisata yang dimiliki oleh setiap desa itu berbeda dan beragam. Hanya ditambah dengan sedikit polesan kretaivitas dan kebersamaan warga, desa – desa wisata sesungguhnya bisa dibentuk tanpa harus menunggu bantuan dana dari Pemerintah ataupun menggunakan dana desa. Jika kebetulan ada dana yang tersedia, ya tentu bisa saja digunakan sesuai peruntukannya. Namun jika belum ada dana pemerintah yang tersedia, jangan sampai dijadikan alasan tidak lahirnya ide kreatif untuk membangun desa “, ujar Ketua Umum Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (2/12).

Hal tersebut ia sampaikan sekembalinya dari desa Kujang, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka kegiatan eksplorasi wisata tebing dan bebatuan sungai yang sangat indah. Tebing merupakan formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal. Tebing terbentuk akibat dari erosi. Tebing umumnya ditemukan di daerah pantai, pegunungan dan sepanjang sungai. Tebing umumnya dibentuk oleh bebatuan yang tahan terhadap proses erosi dan cuaca. Ungkapnya.

Kemudian ia juga mencontohkan pengalamannya ketika mengunjungi Tebing Moher yang berlokasi di paroki Liscannor di tepi barat dari wilayah Burren dekat Doolin, yang terletak di County Clare, Irlandia. Tebing tersebut merupakan pemandangan Irlandia yang paling spektakuler. Pada hari yang cerah, Kepulauan Aran yang terlihat di Galway Bay dapat terlihat seperti juga lembah dan bukit-bukit Connemara. Ternyata keindahan tebing yang ada di kampung Pongpet desa Kujang ini tidak kalah indahnya dibandingkan dengan Tebing Moher.

Tebing Pongpet desa Kujang tersebut memiliki potensi wisata yang sangat eksotis dan bisa menjadi magnet baru bagi para penikmat wisata tantangan panjat tebing. Lokasinya bisa ditempuh dari kota Tasikmalaya sekitar 2 jam, lalu jalan kaki sekitar 0,5 km. Jarak sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya medannya memang lumayan curam sehingga cukup menguras energi dan membutuhkan kehati – hatian. Tempat ini diyakini bisa menjadi arena panjat tebing favorit para pendaki.

Selain panjat tebing, di lokasi ini juga bisa dikembangkan berbagai aktivitas wisata lainnya, seperti tyrolean traverse. Tyrolean traverse adalah aktivitas menyeberang antar puncak dengan menggunakan seutas tali. Membentangkan hammock pada tali tersebut untuk menikmati pesona alam dari ketinggian puncak. Meskipun akan terlihat agak mengerikan, tetapi aktivitas seperti ini biasanya sudah menjamin keamanannya dengan pemandu profesional. Saat melakukan pendakian wajib menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti helm, carabiner, seat harness, dan sarung tangan. Ungkap Dede.

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa pembentukan sebuah bentang lahan sangat ditentukan oleh proses geomorfologi. Proses geomorfologi merupakan proses yang sangat dipengaruhi oleh tanaga pembentuk permukaan bumi, baik berupa tenaga eksogen (angin, air, gletser, maupun

intervensi manusia) mapun tenaga endogen (tektonik dan vulkanik). Proses geomorfologi antara satu tempat dengan tempat lain akan berbeda. Perbedaan tersebut terdiri atas perbedaan intensitas dan perbedaan bentuk lahan (meskipun dengan tenaga pembentuk yang sama). Intensitas proses geomorfologi dan perbedaan bentuk lahan sangat bergantung pada iklim, topografi, kedekatan dengan subduksi, litologi dan perubahan lingkungan.

“ Lokasi ini juga sangat cocok dan menarik untuk dijadikan lokasi penelitian untuk menganalisis jenis-jenis proses geomorfologi dan kaitannya dengan tipologi wilayah. Melalui penelitian, maka akan diketahui proses geomorfologi yang berbeda antar wilayah yang disebabkan oleh iklim, litologi, stratigrafi, dan aktivitas manusia. Begitupun perbedaan tipe Daerah Aliran Sungai (DAS) yang diakibatkan oleh perbedaan intensitas proses eksogen dan endogen. Dengan demikian, potensi yang menarik ini perlu dukungan semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat. Model gotong royong yang merupakan ciri khas budaya bangsa perlu diaktifkan kembali demi kesejahteraan bersama “, pungkas Dede.

Informasi detail mengenai tempat ini bisa menghubungi Kang Rizal selaku Ketua DPD Prawita GENPPARI Kabupaten Tasikmalaya di no. 0812 8208 7237.

Intan

Recent Posts

Perkuat Ekosistem Bank Sampah, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Konsolidasi Pengurus FORSEPSI Periode 2026–2027

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta 1 memperkuat sinergi pengelolaan sampah berkelanjutan…

2 days ago

Pidato di Assisi, Gagasan Diplomasi Agama Menag Raih Didukung Pemimpin Agama Dunia

Timredaksi.com, Jakarta - Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin…

3 days ago

Pilkades Cibaregbeg, Sabki Resmi Dapat Nomor Urut 1

  CIANJUR - Kader Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Cibeber, Sabki, secara resmi mengantongi nomor…

3 days ago

Rugikan Warga, Pabrik Ban Bekas di Cianjur Abaikan Sanksi

  CIANJUR - Aktivitas pengolahan ban bekas milik PT Aurora Eco Teknik Indonesia di Desa…

3 days ago

Soroti Kasus Perundungan, Vera Novia Audiensi dengan Kapolres Purwakarta

  PURWAKARTA - Vera Novia menggelar pertemuan silaturahmi bersama Kapolres Purwakarta guna membahas strategi penguatan…

4 days ago

Dukung Atlet Porprov XV Jabar, Disdikpora Cianjur Himpun Dana Rp 32,5 Juta

  CIANJUR - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur secara resmi menyerahkan dana bantuan…

4 days ago