News

Pentingnya Penguatan Produksi Alutsista Produk Dalam Negeri

Timredaksi.com, Jakarta – “Kadangkala kita suka ‘under estimate’ dengan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Kita punya PINDAD, PT. DI, PT. PAL, PT. DAHANA dan lainnya yang dulu dikenal dengan Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), tetapi kurang dioptimalkan. Padahal kemampuannya terus meningkat dan tidak kalah kualitasnya dengan produk – produk luar negeri. Kini, meskipun sedikit terlambat, kita harus benar – benar mengoptimalkan kemampuan mereka dalam merekayasa teknologi di bidangnya masing – masing agar mampu menghasilkan produk kebanggaan bangsa dan negara “, ungkap Pemerhati Teknologi Pertahanan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (13/2).

Komitmen dan keberpihakan kita dalam mendukung, menggunakan dan terus mengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, hakikatnya merupakan langkah tepat dalam membangun klaster industri pertahanan yang terintegrasi sebagai syarat terwujudnya “indigenous defense productions” atau produksi alutsista mandiri karya anak bangsa di dalam negeri. Kondisi ini, akan memungkinkan Indonesia memanfaatkan dinamika geopolitik di Indo Pasifik dengan bermain cantik di antara aliansi-aliansi regional seperti Five Power Defence Arrangements (FPDA), AUKUS, dan OBOR/BRI China.

Coba kita perhatikan latar belakang terbentuknya aliansi Australia, United Kingdom dan United States of America (AUKUS) pada petengahan September 2021 yang diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Kerja sama sebuah pakta pertahanan yang mencakup wilayah Asia Pasifik sebagai upaya untuk mengimbangi pengaruh China dengan kekuatan militernya. Melalui pakta AUKUS ini Australia akan memperoleh kesempatan untuk membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi canggih dari Amerika Serikat. Hal ini tentu memicu ketegangan di kawasan.

“Begitupun dengan hadirnya kekuatan beberapa anggota NATO di kawasan, semakin menegaskan bahwa konstelasi geopolitik kekuatan negara-negara di dunia bergeser ke Asia Pasifik. Kehadiran mereka pada hakikatnya harus meningkatkan kesiagaan kita dalam menghadapi segala kemungkinan, termasuk kemungkinan terjadinya perang terbuka. Mungkin kita masih ingat, ada suatu adagium klasik yang berbunyi ‘Si Vis Pacem, Para Bellum’ yang berarti ‘jika ingin perdamaian, bersiaplah untuk perang’. Disinilah letak strategis dalam memetakan segala kemungkinan dengan variabel resiko terkecil “, ujar Dede.

“ Sebenarnya jika mengikuti pernyataan resmi AS, Inggris dan Australia yang telah mengumumkan bahwa dibentuknya AUKUS dimaksudkan untuk mendorong stabilitas keamanan di kawasan Indo Pasifik dan tidak untuk melanggar Traktan Non-Proliferasi Nuklir di kawasan. Namun persoalannya adalah tidak ada jaminan bahwa kapal selam nuklir tidak akan hilir mudik di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan Laut Teritorial Indonesia. Dengan demikian, sudah selayaknya kita berperan aktif dalam memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa saling percaya (confidence building measures) dan pengembangan kapasitas (capacity building). Di sinilah Indonesia bisa memainkan peran ‘cantik’ untuk memastikan semua pihak tidak memicu adanya konflik terbuka dan perlombaan senjata di kawasan. Khususnya, dalam mematuhi kewajiban untuk menjaga kawasan yang bebas nuklir, menjaga stabilitas keamanan dan menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut Internasional (UNCLOS). Hal ini dinilai penting untuk menegaskan sekaligus memperkuat sikap dan upaya diplomasi pertahanan Indonesia dalam merespon dinamika lingkungan strategis terkini di kawasan, serta melindungi kepentingan nasional “, pungkas Dede mengakhiri obrolan sore hari ditemani secangkir kopi.

Azzam Putra

Recent Posts

Muskercab PCNU Kota Tangerang: Perkuat Sinergi, Mantapkan Arah Gerak Keumatan

Timredaksi.com, Kota Tangerang — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang menggelar Musyawarah Kerja Cabang…

8 hours ago

Strategi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

  JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat pembangunan di sektor pertanian dalam dua tahun masa kepemimpinan…

13 hours ago

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Komisi Agen Umrah Berjenjang, Desak Pengawasan Ketat Pemerintah

Timredaksi.com, Jakarta — Tingginya komisi agen pemasaran haji dan umrah yang disebut mencapai Rp6 juta…

14 hours ago

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

3 days ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

4 days ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

5 days ago