News

Penamaan Nama Bayi Unik Era Milenial

 

Oleh: M. Hijaj Jirjis Maulana

Pada era milenial ini hampir seluruh masyarakat Indonesia menamai anaknya dengan nama unik dan aneh. Lantas mengapa menamai seperti itu? Padahal menggunakan Bahasa Indonesia atau seperti pada umumnya pun bagus sekali untuk digunakan dan lebih mudah untuk dipahami. Tidak banyak disadari bahwa nama anak yang lahir dari generasi Z dan Milenial cenderung aneh dan unik. Berbeda dengan anak generasi sebelumnya. Orang tua zaman sekarang sudah jarang menggunakan nama yang umum dan pasaran seperti ”Budi”, ”Aldi”, ”Putri”, atau “Siti”. Sebenarnya apa alasan orang tua zaman sekarang memilih nama unik untuk anaknya?

Nama-nama anak yang lahir di era ini beragam. Ada yang berasal dari Bahasa Sansekerta, kebarat-baratan, ketimur-timuran, elemen alam, tokoh terkenal, bahkan berasal dari kata sifat. Tidak seperti pada masa sebelum milenial yang nama anaknya banyak menganut nama unsur asal keluarga dan identitas suku, ras, atau agama.

Pandangan orangtua memilih nama anak yang unik agar terlihat mencolok dan berbeda di antara anak-anak lainnya. Hal ini sebagai bentuk ciri khas identitas guna mewujudkan impian orang tuanya ketika anak tumbuh menjadi yang terbaik.

Memberikan nama anak bagi orang tua tentu memerlukan pertimbangan yang matang. Nama anak merupakan hal yang penting karena nantinya akan menjadi identitas anak seumur hidup. Namun jika dilihat saat ini nama anak di Indonesia sudah makin beragam. Tidak hanya nama-nama mudah yang diingat seperti Dewi, Ayu, Budi, Dimas, atau lainnya yang banyak hadir di tahun 80-90an. Nama anak saat ini banyak yang unik dan beragam. Bahkan pemilihan nama yang tidak bisa banyak dipilih oleh beberapa orang tua milenial.

Menurut Dr. Devi Rahmawati, seorang pengamat sosial vokasi Universitas Indonesia, ada dua hal yang melatarbelakangi orang tua memberikan nama pada anaknya. Yang pertama, persoalan Historis dan yang kedua, Sosiologis. Persoalan historis itu ada kaitannya dengan sesuatu yang menjadi bagian internal dari orang tuanya, misalnya ras, suku, agama. Inilah yang akan menjadi latar belakang historisnya. Kemudian, faktor historis akan bertemu dengan faktor sosiologis. Sosiologis adalah lingkungan komunitas sosial yang menjadi bagian internal dari orang tuanya. Baik dari aspek sosial, ekonomi, ataupun politiknya, itu akan menentukan orang tua dalam memberikan nama apa,” jelas Dr. Devi Rahmawati (https://review.bukalapak.com/mom/nama-unik-anak-milenial-106003).

Kalau penulis memilih nama sengaja yang Indonesia agar mudah diingat dan tidak susah pengucapannnya. Sekaligus agar selalu tertanam dalam diri penulis mengenai kebahasaan kita ini. Agar tidak tergeserkan dengan nama bahasa yang menyerupai negara lain. Maka dari itu, penulis menyarankan untuk tetap mempertahankan unsur kebahasaan kita ini yaitu bahasa Indonesia. Menamai anak menggunakan bahasa Indonesia yang turun temurun dari leluhur kita agar tetap dipertahankan untuk mencegah terjadinya hilangnya kebahasaan kita ini.

M Hijaj Jirjis Maulana, lahir di Serang, 21 Februari 2004. Beralamat di Kp. Saung Ilir RT/RW 011/05 DS. Talaga Kec. Mancak Kab. Serang. Sekarang bersekolah di SMA PLUS Al-Ittihad kelas XII IPS 1. Hobinya yaitu berolahraga dan berorganisasi.
Ig: hijaj_mln
WA: 083806862248

Wandi Ruswannur

Recent Posts

Kepengurusan Baru Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Sah Secara Hukum, Ini Susunan Lengkapnya

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Hukum resmi mengakui perubahan kepengurusan Yayasan Bangun Ekosistem Bahari. Dengan legalitas…

7 hours ago

Polres Bengkalis: Tidak ada Ruang Bagi Penyelundup, Bagong Akui Kegiatan Impornya Setor Pajak

Timredaksi.com, BENGKALIS (RIAU)- Polres Bengkalis menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik penyelundupan barang ilegal…

23 hours ago

BNN DAN KEMKOMDIGI BERSINERGI TINGKATKAN PENGAWASAN KEJAHATAN NARKOTIKA DI RUANG DIGITAL

Timredaksi.com, Jakarta - Seiring berkembangnya teknologi informasi, modus operandi kejahatan narkotika turut berevolusi dengan memanfaatkan…

2 days ago

Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Warisan Budaya Bali, ASDP Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar*

Timredaksi.com, Bali -- Di tengah derasnya arus modernisasi, desa adat tetap menjadi jantung kehidupan masyarakat…

4 days ago

Menkomdigi: Pemerintah Terbuka pada Aspirasi, Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui…

4 days ago

Pembinaan di Malang, Ketua MA Ungkap Sinyal Positif Penguatan Integritas Hakim

Timredaksi.com, Jakarta - Dalam arahannya, Ketua MA mengingatkan jajarannya agar senantiasa berkomitmen bentuk meningkatkan kinerja…

4 days ago