News

Outlook Zakat 4.0, Ungkap Inovasi Digital untuk Keadilan dan Pengentasan Kemiskinan

Timredaksi.com, Bekasi – Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) sukses menggelar Outlook Zakat 4.0 dengan tema “Inovasi Digital untuk Keadilan dan Pengentasan Kemiskinan” di Kampus UIA, Jumat (31/1/2025).

Acara ini menghadirkan pembicara kunci Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Syifa Fauzia. Selain itu hadir sejumlah praktisi zakat dan ekonomi syariah sebagai pembicara.

Dalam paparannya, para narasumber menyoroti bagaimana digitalisasi zakat dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan, transparansi, dan distribusi dana zakat untuk kesejahteraan umat.

Hal ini seperti yang disampaikan Wakil Dekan Fakultas Agama Islam UIA Mahfuz, M.E, M.Si. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempercepat distribusi zakat.

“Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan zakat adalah distribusi yang belum merata. Dengan inovasi digital, kita bisa memastikan zakat lebih tepat sasaran dan sampai ke mustahik dengan lebih cepat,” ungkap Mahfuz.

Ia juga menekankan pentingnya peran akademisi dalam meningkatkan literasi zakat melalui saluran digital, sehingga lebih banyak masyarakat memahami potensi besar zakat dalam mengentaskan kemiskinan.

Kepala Operasional Layanan Amal Amalia Astra, Winarsih menekankan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan lembaga zakat dapat mempercepat adopsi digitalisasi zakat.

“Kami di Astra telah mengembangkan berbagai platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam berzakat. Dengan pemanfaatan teknologi, donasi bisa dilakukan lebih transparan, cepat, dan akuntabel,” jelas Winarsih.

Menurut Winarsih, sinergi antara sektor swasta dan lembaga amil zakat perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya melalui platform digital.

Sementara itu, Kepala Harian LAZ Persis Jakarta Ichwan Muttaqien membahas potensi besar integrasi zakat dan pajak sebagai instrumen keuangan negara yang saling melengkapi.

“Saat ini, banyak negara sudah mulai mempertimbangkan bagaimana zakat dan pajak bisa berjalan berdampingan. Di Indonesia, potensi zakat mencapai Rp350 triliun per tahun, tetapi baru sekitar 12% yang terhimpun. Dengan regulasi yang lebih baik dan pemanfaatan digitalisasi, kita bisa meningkatkan penghimpunan zakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujar Ichwan.

Ichwan juga menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung integrasi zakat dan pajak, sehingga masyarakat tidak merasa terbebani dalam menunaikan kewajiban keuangannya.*

Salsa Sabrina

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

3 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

6 days ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

2 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago