Featured

MENGAPA SAYA TIDAK IKUT MENYANYI LAGU INDONESIA RAYA?

MENGAPA SAYA TIDAK IKUT MENYANYI LAGU INDONESIA RAYA?

Oleh : Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Pada 7 Desember 2017 Gubernur Lukas Enembe melantik Dr. Yunny Wonda dan wakilnya sebagai bupati dan wakil kabupaten Puncak Jaya di Mulia.

Saya ikut hadir pada pelantikan itu. Saya duduk di kursi barissan kedua dari kursi para bupati. Tidak banyak bupati yang hadir, beberapa kursi depan kosong hanya terisi satu kursi yaitu bupati Tolikara Usman Wanimbo.

Pempin acara meminta kami yang hadir dimohon berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, saya tidak ikut menyanyi, saya hanya menatap muka Lukas Enembe, Yunus Wonda dan Nesko Wonda yang duduk di depan.

Pada 20 Desember 2024 di kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekarang Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) diluncurkan buku saya berjudul: Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua.

Di meja depan saya bersama dengan dua Profesor dan mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dan saya tidak ikut menyanyi dan memilih diam.

Pada 3 April 2025 di hotel Swiss-Belexpress, Dewan Pengurus Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD-Gerindra) Provinsi Papua mengadakan ibadah syukuran atas terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8.

Saya salah satu pendukung Prabowo diundang untuk hadir oleh Ketua DPD Ibu Yanni.

Pada awalnya saya sampaikan tidak bersedia hadir. Dan saya tanya kepada Ketua DPD Gerinda, kalau saya hadir apa yang saya sampaikan atau saya hanya hadir sebagai undangan?

Ibu Yanni sampaikan “Pak Yoman hadir untuk sampaikan sambutan singkat, tapi tidak usah yang berat-berat. Ini kesempatkan baik pak Yoman”.

Kami beberapa tokoh yang diundang dimohon berdiri di depan bersama pengurus DPD Gerindra Provinsi Papua.

Pemimpin acara ibadah mengundang kita menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Semua pemimpin yang berdiri di depan ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Saya sendiri tidak ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan memilih diam.

Mengapa saya tidak pernah menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan tidak pernah menghormati bendera merah putih?

Keberadaan Lagu dan bendera di Tanah Papua Barat sebagai lagu dan bendera kolonial firaun modern ini benar-benar memindas, menjajah, memarjinalkan dan terjadi proses pemusnahan penduduk orang asli Papua secara sistematis, terstruktur, masif, meluas dan kolektif.

Dalam dunia realitas yang terus bernamika ini kita tidak boleh hidup berpura-pura, munafik, dilanda ketakutan dan juga takut kepada manusia. Katakan benar itu adalah benar dan yang salah itu salah.

Ini bentuk perlawanan saya secara terhormat dan bermartabat di ruang-ruang pulbik dan resmi terhadap pendudukan dan penjajahan Indonesia atas bangsa Papua Barat. Akhir kata, “Saya Sudah Sekolah”.

Penulis adalah Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua (PGBWP)

Salsa Sabrina

Recent Posts

ENAM TAHUN TAK KUNJUNG DIREALISASIKAN, AZAS TIGOR DESAK PEMERINTAH SEGERA BERLAKUKAN CUKAI MBDK

Timredaksi.com, Jakarta — Perlindungan kesehatan masyarakat tak boleh terus tertunda. Pemerintah didesak segera memberlakukan regulasi…

2 days ago

DISPERDAGIN KABUPATEN BANDUNG TERIMA KUNJUNGAN PESERTA KKP SESPIMMA POLRI ANGKATAN KE-76 TAHUN

Timredaksi.com, Bandung — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja…

3 days ago

Anamcara Hotel Gelar Sesi Yoga dan Diskusi Kesehatan Perimenopause

  CIANJUR - Anamcara Hotel menggelar kegiatan kebugaran bertajuk Yoga at Anamcara pada Selasa (20/10/2026).…

4 days ago

Nalar Komunikasi Dialogis: Membongkar Hegemoni Instrumental dan Mengurai Kebuntuan di Tengah Krisis Kelompok

  Oleh: Ilham Ramadhan - Guru Ahli Pertama ​Paradoks terbesar dalam peradaban modern adalah bahwa…

4 days ago

DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak

Timredaksi.com, Demak — Demak Corruption Watch (DCW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah sejumlah…

4 days ago

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi

Agenda Reforma Agraria di Tengah Badai Korupsi Oleh: Fani Ruusul Masail (Dosen Hukum Institut Al…

4 days ago