Categories: AgamaFeaturedNews

Ketum Masyarakat Pesantren Menyayangkan Penolakan Jenazah Covid-19

Jakarta – Penolakan warga terkait pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih banyak terjadi di berbagai daerah. Bahkan, penolakan juga terjadi terhadap para tenaga medis yang meninggal akibat terkena Covid-19 saat menangani para pasien Covid-19.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Masyarakat Pesantren KH Hafidz Taftazani sangat menyayangkan tindakan orang-orang yang menolak dikuburkannya petugas ataupun yang meninggal karena Covid-19.

“Kita keliru, kalau ada orang yang kena corona (Covid-19) malah dijatuhi atau ditolak, baik petugas maupun lainnya. Mereka justru mati syahid, harusnya dikubur di tempat pemakaman umum untuk memberkahi kepada para jenazah yang dimakamkan disitu,” ucap Kiyai Hafidz melalui sambungan telepon, Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir, karena para jenazah dimakamkan sesuai dengan protokol standar medis, sehingga secara medis menjamin bahwa jenazah tersebut adalah jenazah yang aman.

“Sedangkan secara spiritual, jenazah korban Covid-19 mengangkat nilai makam menjadi terangkat derajatnya. Dari kuburan biasa menjadi kuburan yang ada orang mati syahidnya,” ucap KH. Hafidz.

Beliau menerangkan bahwa kuburan / makam sebenarnya memiliki klasifikasi. Diantaranya yaitu kuburan yang ada orang yang meninggal karena bunuh diri, kuburan itu dianggap kuburan angker. Kuburan yang terjelek adalah kuburan yang dianggap angker karena ada orang bunuh diri.

“Kemudian kuburan yang bagus, mereka menggap kuburan / makam yang ada ulamanya, mereka datang untuk berdoa dan tentu dia mendoakan seluruh yang ada di kuburan tersebut. Apalagi kalau ada walinya, orang dari manapun akan berbondong-bondong untuk berdoa atau mendoakan. Manfaatnya bukan kepada sekedar yang hadir tapi masyarakat sekelilingnya pun menjadi makmur,” ulasnya.

Kemudian, lanjut Kiyai Hafidz, yaitu adalah kuburan yang ada pahlawannya, masyarakat sekelilingnya sangat bangga di dalam kuburan tersebut ada pahlawannya.

“Masyarakat Indonesia seharusnya adalah masyarakat yang berbangga jika ada orang yang meninggal karena mereka sedang bertugas untuk ngurusi wabah seperti ini, para dokter, relawan, perawat, tenaga medis semua yang sedang megurusi wabah ini, juga termasuk orang yang kena corona, mereka itu adalah orang-orang yang sedang berjihad di jalan Allah. Mereka itu mujahid, mereka jika meninggal matinya mati sahid,” papar pria lulusan Universitas Ummul Quro, Makkah.

Menurutnya, kuburan / makam para pejuang mati sahid itu sangat dimuliakan oleh banyak orang, seperti di Madinah, di Makkah, dan dimana saja yang ada syuhadanya, kuburan itu sangat ramai, sangat banyak di ziarahi orang.

Beliau pun berharap, jangan sampai ada kejadian di tengah masyarakat yang menolak jenazah korban Covid-19. Masyarakat harus senang jika ada jenazah yang dimakamkan disitu.

“Jangan ditolak, ini adalah jenazah yang akan meningkatkan nilai kuburan / makam itu secara spiritual,” pungkasnya.

admin

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

5 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

1 week ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

3 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago