Categories: EkonomiFeaturedNews

Investasi Menjanjikan di Tengah Pandemi

Tak dapat dimungkiri bahwa perekonomian global, termasuk Indonesia, tengah bergejolak lantaran gempuran pandemi. Hingga kini, tidak ada yang tahu sampai kapan kondisi ini akan berlangsung.

Guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan, investasi menjadi salah satu cara jitu untuk menyelamatkan keuangan sekaligus sebagai jaminan akan ketidakpastian masa depan.

Menukil Kontan, Selasa (7/4/2020), pakar investasi Freddy Tedja mengatakan, memilih untuk memegang uang tunai memang membuat kita bisa dengan mudah menggunakannya jika ada kebutuhan mendesak.

Namun demikian, Freddy mengingatkan, nilai uang tidak akan berkembang dan justru tergerus inflasi.

“Jadi, tetaplah berinvestasi sesuai profil risiko untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang,” katanya.

Lagi pula, pemerintah sudah memberlakukan aturan agar masyarakatnya tetap berada di rumah. Ini berarti, sejumlah pengeluaran, seperti travelling, ngopi-ngopi, nongkrong, nonton bioskop, dan mudik dapat Anda alokasikan untuk investasi.

Nah, berikut adalah tiga pilihan investasi dengan keuntungan menjanjikan alias profitable yang bisa Anda pilih.

Properti

Produk properti seperti hunian merupakan salah satu jenis investasi aman karena faktor kebutuhan dan harganya yang selalu naik. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu pendapatan sewa dan capital gain.

Terlebih lagi, pasar properti saat ini sedang gencar-gencarnya menawarkan berbagai promo, bonus, dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (18/4/2020), Country Manager Rumah.com Marine Novita menuturkan, secara historikal penjualan properti relatif cenderung turun saat bulan Ramadhan.

Pola tersebut, kata Marine, terbentuk dari kebiasaan para calon pembeli yang menunda melakukan transaksi hingga satu bulan setelah Lebaran, bahkan hingga mendekati tahun baru.

“Apalagi seperti saat ini sedang berlangsung pandemi, maka penjualan properti akan semakin turun dibandingkan periode Ramadhan sebelumnya,” terang Marine.

Melihat tren seperti itu, di mana pasar properti cenderung berpihak pada pembeli, Marine mengungkapkan, kondisi tersebut bisa dimanfaatkan para pencari properti untuk mendapatkan rumah dengan harga terbaik.

Emas

Dilansir Kontan, Selasa (31/3/2020), emas menjadi instrumen investasi paling bersinar dan mendapat cuan selama kuartal pertama 2020. Bahkan, prediksinya akan terus dilirik jika ketidakpastian ekonomi akibat wabah masih berlanjut.

Sama seperti properti, logam mulia merupakan salah satu instrumen investasi yang juga terbilang aman karena minim risiko.

Hal tersebut dilihat dari harga emas yang relatif stabil, malahan cenderung naik dari waktu ke waktu, sehingga Anda akan mendapatkan keuntungan lebih tinggi ketika menjualnya kembali.

Emas juga menjadi jenis investasi yang paling liquid alias mudah dicairkan kapan saja, sehingga memudahkan Anda ketika tengah menghadapi situasi darurat.

Saham

Penurunan sekitar 30 persen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada awal Maret 2020 membuat harga saham menjadi murah.

Kondisi serupa masih berlanjut hingga Rabu (15/4/2020), di mana indikator kinerja bursa saham merosot 1,71 persen dan berhenti di 4625,9. Jika dihitung sejak awal 2020, artinya, IHSG masih minus 26,57 persen, sebagaimana dilansir Kontan, Kamis (16/4/2020).

Melihat pergerakan IHSG yang merosot seperti itu, praktisi bisnis Rhenald Kasali mengatakan, kondisi tersebut bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi saham. Pasalnya, ini adalah momen ketika pasar saham “sedang diskon”.

“Ketika harga saham sedang murah, (ini menjadi) kesempatan untuk membeli (saham). (Namun) dengan syarat dan ketentuan berlaku tentunya, terutama dengan saham-saham blue chip, saham-saham yang governance-nya baik, bukan saham-saham ‘gorengan’,” kata Rhenald dalam Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

Meski begitu, Rhenald memberi sedikit catatan. Ia menyarankan untuk menjadikan saham sebagai investasi jangka panjang (long term) bukan jangka pendek (short term). Hal ini mengingat tujuan akhir berinvestasi adalah untuk mengumpulkan kekayaan, sehingga membutuhkan waktu.

Lagi pula, lanjut Rhenald, itu didasari pertimbangan saham-saham yang mengalami penurunan drastis kemungkinan akan kembali menguat beberapa tahun ke depan.

Selamat berinvestasi, semoga cuan!

admin

Recent Posts

GAKESLAB Jakarta Dukung Gelaran Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026

Timredaksi.com, Jakarta  - Untuk mempersiapkan, memperkuat, dan membekali manajemen rumah sakit agar mampu bertahan serta…

2 days ago

Presiden Prabowo: Anak Orang Miskin Jangan Sampai Tetap Miskin

Timredaksi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kemiskinan terus diwariskan dari…

3 days ago

Kebijakan Menhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia

Timredaksi.com, Jakarta - Komunitas konservasi internasional menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya…

5 days ago

Kabiro Iklan & Promosi Kolaborasi Wabendum HIPMI Syariah Sulsel gagas kerjasama CSR BUMN & BUMD

Timredaksi.com, Jakarta - Langkah taktis yang digagas oleh Syamsul Bahri Kabiro Iklan & Promosi Media…

6 days ago

FKGI Dukung Arah Kebijakan Raja Juli Antoni, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah

Timredaksi.com, Jakarta - Upaya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat konservasi gajah melalui Instruksi Presiden…

7 days ago

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Timredaksi.com, Jakarta – Carut-marut penyelenggaraan ibadah umrah yang masih terjadi di Indonesia dinilai tidak lepas…

2 weeks ago