News

Ketua MPR Dukung Dangdut Jadi Warisan Tak Benda Asli Indonesia oleh UNESCO

Timredaksi.com, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menerima Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) di kantor MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025). Kedatangan PAMDI yang diketuai oleh Haji Rhoma Irama ini bermaksud untuk mengundang Ketua MPR Ahmad Muzani hadir dalam Lomba Cipta Lagu Dangdut (LCLD) sebagai dewan juri.

“Kedatangan kami bermaksud untuk mengundang Bapak Ketua MPR untuk hadir dalam acara Lomba Cipta Lagu Indonesia sebagai dewan juri yang rencananya akan dilaksanakan pada bulai Mei mendatang,” kata Ketua Umum PAMDI Rhoma Irama.

Bang Haji Rhoma juga berharap Ketua MPR RI Ahmad Muzani agar dapat memperjuangkan aspirasi PAMDI kepada pemerintah terkait pendaftaran lagu dangdut sebagai warisan tak benda dunia kepada UNESCO. Saat ini berdasarkan antrean pendaftaran tersebut, dangdut Indonesia akan diputuskan pada tahun 2032.

“Dangdut sedang didaftarkan sebagai warisan tak benda dunia. Ini sedang didaftarkan dalam antrian dan dijadwalkan pada 2032. Dangdut ini identitas asli bangsa kita yang sangat kuat. Dangdut tidak bisa diklaim oleh pihak manapun karena dangdut asli produk kebudayaan Indonesia,” ujar Haji Rhoma Irama.

Ketua MPR Ahmad Muzani merespons baik terkait usulan PAMDI agar dangdut menjadi warisan tak benda dunia UNESCO. Menurut Muzani, dangdut telah memberikan kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia.

“Dangdut adalah hiburan rakyat kecil yang telah menjadi lagu heroisme bagi bangsa kita. Dangdut telah menjadi bagian dalam upaya menanamkan rasa cinta kepada Tanah Air. Dan saya mendukung agar dangdut bisa segera ditetapkan sebagai warisan tak benda dunia UNESCO,” kata Muzani.

Itu sebabnya, Muzani menegaskan akan segera berbicara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon agar sebelum tahun 2029, dangdut bisa ditetapkan sebagai warisan asli Indonesia.

“Tentu MPR sangat mendukung rencana ini dan saya akan segera bicara dengan Menteri Kebudayaan agar tidak terlalu lama antre menununggu 2032. Paling tidak sebelum tahun 2029 pemerintah sudah mengajukannya kepada UNESCO dan bisa diputuskan segera,” jelas Muzani.

Menurut Muzani, sudah sepatutnya dangdut diakui sebagai seni budaya berupa lagu asli Indonesia. Karena dangdut telah mendapat pengakuan dunia sebagai lagu asli Indonesia yang memiliki banyak penggemar.

“Saya tahu dangdut sejak zaman saya kecil. Waktu saya kecil sudah dengar lagu Bang Haji dan hari ini saya ketemu Bang Haji. Dimana-mana orang dengarnya dangdut, di pasar, di sawah, di pinggir jalan, di angkutan umum, di gang-gang semua yang distel lagu dangdut. Jadi hari ini saya sangat mendukung dangdut agar menjadi warisan tak benda dunia asli Indonesia oleh UNESCO,” tutup Muzani.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025.…

6 days ago

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern

Perspektif Islam: Pendekatan Holistik Hadapi Tantangan Zaman Modern Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari Bandung –…

1 week ago

PLT. Ketua DPD BMI DKI Jakarta Siapkan Pengajian Akhir Tahun sebagai Penegasan Arah Baru

Timredaksi.com, Jakarta — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) DKI Jakarta, Ghiffari…

2 weeks ago

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah untuk melayani…

3 weeks ago

Capt laut Suprihati : Ibu yang Tangguh momentum Hari Ibu 2025

Timredaksi.com, Jakarta - Momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2025 menjadi momen spesial bagi Capt…

3 weeks ago

Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan di Tol Krapyak, Uji KIR Diduga Kedaluwarsa Sejak 2020

Timredaksi.com, Jakarta – Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV yang mengalami kecelakaan…

3 weeks ago