Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Timredaksi.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah dan pihak-pihak terkait, terutama PJTKI memperhatikan dengan serius kualitas pekerja migran yang dikirim ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan LaNyalla menyusul dipulangkannya seorang pekerja migran Indonesia dari Singapura lantaran tindakan asusila yang dilakukan.
“Saya sangat menyesalkan pemulangan seorang tenaga kerja wanita oleh majikannya di Singapura. Apalagi, kasus yang terjadi adalah tindak asusila. Sangat memalukan,” kata LaNyalla saat reses di Jawa Timur, Senin (27/12/2021).
Menurut LaNyalla, hal ini dapat mencoreng dan menjadi citra buruk bagi prospek pekerja migran ART asal Indonesia.
“Saya mengimbau kepada para pekerja yang memilih bekerja di negara asing untuk selalu menjaga etika dan perilaku serta menjaga nama baik bangsa dan negara. Jangan sampai merugikan diri sendiri serta mencoreng nama bangsa,” tuturnya.
LaNyalla berharap kasus-kasus serupa tidak terulang kembali. Apalagi pada tahun-tahun lalu ada kasus TKW pulang membawa bayi hasil hubungan gelap.
“Kepada para agen pemberangkatan pekerja migran, lakukan kontrol tindakan dan perilaku para pekerjanya. Kita meminta kasus serupa dapat ditekan agar tidak menimbulkan potensi masalah lainnya,” katanya.(*)
Timredaksi.com, Denpasar – Sebanyak 1.476 Patriot Muda Indonesia siap diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama…
Timredaksi.com, Depok – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang selama ini dikhawatirkan kalangan buruh mulai…
Timredaksi.com, Jakarta - Peremajaan armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memang sudah sepatutnya menjadi…
Timredaksi.com, Jakarta – Satuan Pelaksana Perhubungan (Satpelhub) Kecamatan Gambir memberikan klarifikasi terkait video yang viral…
Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada…
Timredaksi.com, Jakarta -- Pulau Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai tempat pengasingan kini menumbuhkan harapan…