News

Inilah Sosok Eksekutor Pemred Media Online, Bukan Orang Sembarangan

Timredaksi.com – Praka Awaludin Siagian, terduga eksekutor penembakan mati pemimpin redaksi media online di Simalungun Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap bukan orang sembarangan.

Praka Awaludin Siagian merupakan anggota Tabak 2 SLT Kompi Bantuan Yonif 122/TS.

Ia mendapat tugas dan dibayar oleh Sujito, pemilik diskotek Ferrari Bar & Resto di Kota Pematangsiantar, untuk menghabisi nyawa Marsal.

Pada sebuah fotonya yang beredar di grup wartawan Medan, terlihat Awaludin, dengan panggilan “Sawal”. Ia memakai baju biru dan tersenyum ke arah kamera.

Praka Awaludin ditangkap oleh anggota Tim Intel Korem 022/PT pada Jumat dini hari (25/6/2021) sekitar pukul 01.30 WIB, di sebuah indekos di Jalan Kumpulan Pane, Keurahan Jatih, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Setelah ditangkap, Praka Awaludin kemudian dibawa ke Makorem 022/PT.

Dari tangannya, diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 3.470.000 dan sebuah telepon genggam merek Vivo.

Seperti diketahui, selain Praka Awaludin dan Sujito sebagai otak pelaku, tersangka lainnya dalam kasus ini adalah Yudhi, yang tak lain adalah anak buah Sujito yang bertugas sebagai humas diskotek Ferrari.

Diskotek yang dikelola Sujito sendiri diduga merupakan tempat beredarnya narkoba, yang belakangan kerap diberitakan oleh Marsal sebelum ia ditembak mati.

Sujito tak lain adalah mantan calon wali kota Pematangsiantar yang gagal terpilih pada pilkada 2015 silam.

Menurut pengakuan Sujito kepada pihak kepolisian, ia mengaku dendam pada Marsal karena dimintai “jatah” Rp12 juta per bulan dari diskotek yang ia kelola.

Selain diduga memeras Sujito Rp12 juta per bulan, Marsal juga dikabarkan sempat berkencan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK) di Siantar Hotel dan meminum minuman beralkohol.

Fakta tersebut diungkap oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan.

Senjata api yang dipakai oleh Praka Awaludin untuk menembak Marsal diduga dibiayai oleh Sujito melalui Yudhi.

Yudhi disebut mentransfer Rp15 juta untuk membeli senjata kepada Awaludin.

Lalu pada 19 Juni, Sujito kembali mentransfer Rp 10 juta kepada Awaludin dan Rp 5 juta kepada Yudhi plus Rp 3 juta menyusul.

Dijelaskan kalau Yudhi menerima total uang Rp 8 juta dalam perkara pembunuhan ini.

Panca mengungkapkan, tersangka Sujito mengaku berniat membunuh Marsal karena merasa sakit hati karena diminta jatah uang sebesar 12 juta per bulan.

“Untuk senjata api yang digunakan buatan pabrikan Amerika bukan berasal dari institusi TNI dan diduga berasal dari perdagangan ilegal,” terang Panca.

Marsal tewas ditembak oleh OTK pada Sabtu dini hari (19/6/2021) dalam perjalanan pulang ke rumahnya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Ia ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya oleh warga, sekitar 300 meter dari rumahnya.

Marsal sempat dilarikan ke RS Vita Insani Kota Pematangsiantar, sebelum kemudian jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Salsa Sabrina

Recent Posts

Dinilai Berhasil Jaga Kamtibmas, Warga Pademangan Berharap Kapolsek Tidak Dimutasi

Timredaksi.com, Jakarta - Sejumlah warga bersama pengurus Forum RT/RW di wilayah Pademangan menyampaikan aspirasi penolakan…

9 hours ago

‎Pegadaian Dukung Penerbitan Fatwa Kegiatan Usaha Bulion oleh DSN-MUI

Timredaksi.com, Jakarta – PT Pegadaian menjadi saksi hadirnya Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion…

1 week ago

Sah ! Putusan Kasasi MA 2014 La Ode Muh Djafar SH Dinobatkan sebagai Sultan Buton ke 39

Timredaksi.com, Jakarta - Penobatan La Ode Muhammad Djafar, S.H. sebagai Sultan Buton ke-39 memang merupakan…

1 week ago

Sederhana, Penuh Makna dan Pesan Hangat Ditengah Perayaan HUT Ke-6 BMI Demokrat

Timredaksi.com, Jakarta-Bintang Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap partai Demokrat yang berfokus pada pengembangan kader muda,…

1 week ago

Kontroversi Waria Menjadi Ustadzah dan Pernikahan Sesama Jenis, Tokoh Pesantren Tegaskan Hukum dalam Islam

Timredaksi.com, Jakarta — Fenomena individu transgender atau waria yang tampil di ruang publik sebagai ustadzah…

1 week ago

Lantik DPD TMI se-NTT, Don Muzakir: TMI Harus Jadi Mata & Telinga Presiden

Timredaksi.com, Labuan Bajo – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN TMI), Don…

2 weeks ago