Agama

Hadits Palsu Tentang Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu

Timredaksi.com – Menghormati orang tua bagi seorang muslim merupakan sebuah keharusan yang lazim dipraktekkan dalam masyarakat. Khususnya kepada seorang Ibu yang telah mendedikasikan dirinya mengandung, merawat dan membesarkan seorang anak sudah sewajarnya dihormati bahkan dipatuhi.

Bagi masyarakat Indonesia penghormatan kepada orang tua merupakan salah satu ukuran moralitas. Bahkan dalam beberapa cerita rakyat Nusantara tidak menghormati atau kedurhakaan kepada orang tua berakhir tragis.

Berkaitan dengan penghormatan kepada orang tua ini, terkhusus Ibu ada salah satu ungkapan yang biasa dikenal sebagai berikut:

الـجَنَّةُ تَـحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ

Artinya: “Surga ada di bawah telapak kaki para Ibu”

Sering sekali dalam bebagai forum pengajian dan kajian kita disajikan ungkapan ini dan disebutkan sebagai hadis. Benarkah ungkapan ini merupakan hadis? bagaimana kedudukannya?.

Hadits ini adalah hadits palsu sebagimana dikatakan oleh para ulama ahli hadits, diantaranya Imam Ibnu Thahir, Imam Munawi asy-Syafi’i, Imam Ibnu Adi, Imam Adz-Dzahabi dan Imam Ibnu Hajar al-Asqolani.

Menurut Ibnu ‘Adi dalam kitabnya Al-Kamil fi Ad-Dhuafa’ Ar-Rijal menyatakan jika hadis tersebut kedudukannya lemah kerena terdapat perawi Musa bin Muhammad Al-Maqdisi  bin Atha’ yang dikenal sebagai pendusta. Kesaksian terhadap kedustaan Musa bin Muhammad Al-Maqdisi bin Atha’ diungkapakan oleh Imama Abu Zur’ah dan Imam Abu Hatim.

Sementara menurut imam Ibnu Hibban, Musa bin Muhammad Al-Maqdisi bin Atha’ dikenal sebagai seseorang yang dikenal sering memalsukan hadis.

Hadis diatas juga diriwayatkan dalam kitab Al-Fawaid oleh imam Abu Asy-Syaikh, kitab ‘Ar-Ruba’iyyat oleh imam Abu Bakar Asy-Syafi’I di kitab Musnad Asy-Syihab oleh imam Al-Qudha’i. Selain itu juga dalam kitab Al-Jami’ Li Akhlaq Ar-Rawi oleh imam Al-Khathib meriwayatkannya di dalam kitab. Selain itu juga  imam Suyuthi di dalam kitab Al-Jami’ As-Shaghir.

Semuanya berpusat di yaitu Abu An Nadhr yang diriwayatkan kepada Manshur bin Al Muhajir, keduanya tidak dikenal menurut Ibnu Thahir yang dinyatakan oleh imam Al-Minawi di dalam kitab Faidh Al-Qadir bi Syarh Al-Jami’ As-Shaghir. Sehingga dengan demikian tidak dapat dinilai kualitas mereka dalam periwayatan hadis.

Berdasarkan penelusuran di atas maka dapat dikatakan kedudukan hadis ‘Surga Ditelapak Kaki Ibu’ adalah dhaif.

Apakah kemudain artinya menhormati orang tua tidak wajib? Tunggu dulu, sebab ada hadis lain yang memiliki kedudukan Shahih tentang wajibnya menghormati orang tua. Itu artinya hadis ‘Surga Ditelapak Kaki Ibu’ dapat dikatakan shahih secara maknawi karena senada dengan makna dalam hadis berikut:

أنه جاء النبي صلى الله عليه وآله وسلم فقال: يا رسول الله، أردت أن أغزو، وجئت أستشيرك فقال: «هل لك من أم؟» قال: نعم قال: «فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya: “Bahwasannya ia (Mu’awiyah bin Jahimah) datang kepada Nabi saw., lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang, dan aku datang untuk meminta petunjukmu.” Nabi saw. bersabda, “Apakah engkau memiliki Ibu?”, “Iya” “Menetaplah dengannya, karena sungguh surga di bawah kedua kakinya.”

Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam al-Hakim, disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dan al-Mundziri. Juga dikuatkan oleh Imam al-Haitsami dan dihukumi sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani.

Maka hadits shahih inilah yang harusnya kita jadikan sandaran dalam beramal dan yang kita sebarkan di masyarakat. Adapun hadits yang palsu di atas maka tidak boleh kita jadikan sebagai sandaran agar kita tidak termasuk orang yang menyiapkan sendiri tempatnya dineraka.

Sumber:

  • Kitab Silsilatul Ahâdîtsidh Dha’îfah wal Maudhû’ah (2/59, no. 593)
  • Syaikhul Islam dalam Ahâ-dîtsul Qashshâsh” (hlm. 113) dan Imam al-Muanawi dalam Faidhul Qadîr (3/361)
  • Imam adz-Dzahabi dalam kitab Mîzânul I’tidâl (4/219)
  • Faidhul Qadîr (3/361) dan Silsilatul Ahâdîtsidh Dha’îfah wal Maudhû’ah (2/59).
admin

Recent Posts

GAKESLAB Jakarta Dukung Gelaran Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026

Timredaksi.com, Jakarta  - Untuk mempersiapkan, memperkuat, dan membekali manajemen rumah sakit agar mampu bertahan serta…

7 days ago

Presiden Prabowo: Anak Orang Miskin Jangan Sampai Tetap Miskin

Timredaksi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kemiskinan terus diwariskan dari…

1 week ago

Kebijakan Menhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia

Timredaksi.com, Jakarta - Komunitas konservasi internasional menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya…

1 week ago

Kabiro Iklan & Promosi Kolaborasi Wabendum HIPMI Syariah Sulsel gagas kerjasama CSR BUMN & BUMD

Timredaksi.com, Jakarta - Langkah taktis yang digagas oleh Syamsul Bahri Kabiro Iklan & Promosi Media…

2 weeks ago

FKGI Dukung Arah Kebijakan Raja Juli Antoni, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah

Timredaksi.com, Jakarta - Upaya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat konservasi gajah melalui Instruksi Presiden…

2 weeks ago

KH. Hafidz Taftazani: PPIU yang Pasang Iklan Menyesatkan Harus Diberi Sanksi Tegas

Timredaksi.com, Jakarta – Carut-marut penyelenggaraan ibadah umrah yang masih terjadi di Indonesia dinilai tidak lepas…

3 weeks ago