News

Gejala COVID-19 Terbaru yang Kerap Tak Disadari Selain Batuk dan Pilek

Jakarta, Timredaksi.com – Banyak pasien Corona yang mengeluhkan gejala COVID-19 yang beragam. Namun, ada beberapa gejala yang tetap menjadi paling umum yang dikeluhkan di antara yang terinfeksi Corona.

Mengutip dari Detik.com, Adapun gejala COVID-19 yang paling umum adalah batuk kering, demam, sakit tenggorokan, hidung berarir dan tersumbat, nyeri dada dan sesak napas, kelelahan, hilangnya indra penciuman, infeksi saluran pencernaan.

Meskipun batuk, demam, dan sesak napas merupakan gejala COVID-19 yang paling umum dirasakan, banyak orang tampaknya mengabaikan gejala yang tidak umum pada pasien yang terinfeksi virus COVID-19.

Berikut beberapa gejala COVID-19 terbaru yang kerap tak disadari oleh masyarakat. Apa saja?

1. Sakit perut dan masalah gastrointestinal

Gejala COVID-19 terbaru yang pertama adalah sakit perut. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh American Journal of Gastroenterology, virus COVID-19 dapat menyebabkan masalah gastrointestinal yang parah pada pasien.

Dalam data yang mengamati sekitar 204 pasien di China, 48,5 persen mengidap masalah perut. Pasien dengan COVID-19 mengeluh sakit perut sebelum mengembangkan gejala lain yang lazim untuk penyakit tersebut.

Masalah gastrointestinal lainnya termasuk diare, mual dan sembelit.

2. Mata merah

Gejala COVID-19 terbaru yang kedua, adalah kasus infeksi mata pada banyak pasien COVID-19 juga meningkat belakangan ini. Konjungtivitis seperti kemerahan dan pembengkakan jaringan putih di mata, telah diidentifikasi sebagai gejala yang jarang tetapi lazim pada pasien virus Corona.

Ini dapat menyebabkan rasa gatal dan kemerahan yang hebat pada mata, setelah itu dapat menyebabkan komplikasi yang parah.

3. Brain fog atau kabut otak

Gejala COVID-19 terbaru berikutnya brain fog atau sering disebut kabut otak. Walaupun kelelahan dan rasa lelah telah diakui sebagai gejala umum pada pasien COVID-19, beberapa orang juga melaporkan keluhan kelelahan mental, yang juga dikenal sebagai kabut otak.

Meskipun kita harus waspada terhadap tanda-tanda paling umum dari virus mematikan, tanda dan gejala lain yang kurang dikenal tidak boleh diabaikan.

Semua harus tetap waspada dan melakukan tes diri segera setelah mereka mengembangkan gejala potensial.

Intan

Recent Posts

PA Jakarta Pusat Jadi Rujukan Internasional, Layanan Digital Dipelajari Zanzibar

Timredaksi.com, Jakarta – Pengadilan Agama Jakarta Pusat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan peradilan yang…

5 hours ago

Zanzibar Kadhi’s Court Jadikan MA RI Rujukan Transformasi

Timredaksi.com, Jakarta - Delegasi Zanzibar pelajari transformasi digital & tata kelola hukum keluarga Islam dalam…

8 hours ago

Mahkamah Agung Perkuat Sinergi dengan Media, Fokus Sosialisasi Implementasi KUHP Baru

Timredaksi.com, Jakarta - Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menggelar kegiatan media gathering bersama para…

8 hours ago

Telisik standarisasi kesejahteraan ABK Pelni di peringkat Dunia

Timredaksi.com, Jakarta -- Secara factual, tidak ada data resmi dari lembaga maritim dunia (seperti IMO…

1 day ago

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Timredaksi.com, Jakarta - Pemerintah dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memiliki komitmen yang…

1 day ago

Ketua Kamar Pidana MA Tegaskan Aturan Sidang Pembacaan Putusan PT

Timredaksi.com, Jakarta - Ketua Kamar Pidana MA Prim Haryadi tegaskan kewajiban Pengadilan Tinggi gelar sidang…

1 day ago