News

FGMI Desak KPK Agar Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Lahan Transmigrasi Di Kemacatan Jebus, Bangka Barat

Timredaksi.com – Kasus dugaan jual beli lahan transmigrasi di kawasan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melibatkan beberapa pihak, terutama pihak pejabat pemerintahan Kabupaten Bangka Barat.

Informasinya lahan tersebut sekitar 1.000 hektar. Semula kawasan tersebut diperuntukkan untuk lahan transmigrasi. Namun, belakangan ini kabarnya lahan tersebut justru di perjualbelikan oleh sejumlah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Muhamad Suparjo SM selaku Koordinator Forum Generasi Milenial Indonesia (FGMI) mendesak agar KPK turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi lahan transmigrasi di kecamatan Jebus, Bangka Barat.

“KPK harus turun tangan, ini terkait dugaan korupsi lahan yang luas sampai 1.000 Hektar harus berani periksa pejabat daerahnya, terutama Bupatinya yang harus diperiksa”, ungkap Suparjo kepada awak media, Senin (12/09).

Suparjo menambahkan bahkan perlunya pemeriksaan KPK terhadap Bupati Bangka Barat karena diketahui bahwa Bupati sempat membagikan Sertifikat tanah untuk setiap warga transmigrasi dan setiap kepala keluarga mendapatkan 1 hektar tanah.

“Itu kalau Bupati sudah bagi-bagi sertifikat apalagi sebanyak 426 sertifikat dan tiba-tiba ada dugaan korupsi terhadap lahan tersebut, pastinya Bupati mengetahui informasinya, makanya harus segera diperiksa”, tambahnya.

Pasalnya, dasar pembuatan sertifikat dalam jual beli tersebut hanya sebatas surat keterangan dari Desa dan tidak diketahui pihak Kecamatan. BPN hanya mengeluarkan sertifikat atas dasar surat keterangan dari Desa tanpa sepengetahuan pihak Kecamatan, yang kemudian hal ini menjadi masalah.

“Dari pembuatan sertifikat tanahnya saja sudah sangat rawan terjadinya korupsi, makanya BPN juga harus bertanggung jawab atas dugaan kasus korupsi lahan transmigrasi ini”, kata Suparjo.

Suparjo menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi di gedung KPK untuk mendesak KPK agar segera melakakukan tindakan tegas terhadap kasus dugaan korupsi lahan transmigrasi di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

“Kita jadwalkan turun ke lapangan untuk aksi di KPK tanggal 15 September, hari kamis”, ucapnya.

” Kita aksi agar KPK cepat bertindak, periksa itu Bupatinya, pihak BPN dan pejabat-pejabat terkait. Pokonya kasus ini harus diusut tuntas”, tutup Suparjo kepada awak media (12/09).

Salsa Sabrina

Recent Posts

Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Gelar Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 12 Provinsi

Timredaksi.com, Subang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjen Perkebunan) menggelar Gerakan Tanam…

5 hours ago

Kementerian Ekraf Dukung JFF 2026, Perkuat Kreativitas Warga Menuju Kota Global

Timredaksi.com, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyelenggaraan Jakarta Future Festival (JFF)…

12 hours ago

Lantik 130 Pejabat, Menteri ATR/Kepala BPN: Berikan Manfaat dan Pelayanan yang Adil bagi Masyarakat

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik…

18 hours ago

Delapan Galian PAM Jaya Bikin Condet Lumpuh, Empat Proyek Tanpa Papan Informasi Tuai Sorotan

Timredaksi.com, Jakarta -- Sebanyak 8 Proyek galian jaringan pipa air milik PAM Jaya di sepanjang…

2 days ago

Kepaniteraan MA Umumkan Daftar Pengadilan Yang Menjatuhkan Pidana Kerja Sosial

Timredaksi.com, Jakarta - Dirput MA publikasikan 218 putusan pidana kerja sosial per Mei 2026. PN…

3 days ago

Tanpa Papan Proyek, Pekerjaan Coran di DI Panjaitan Bikin Arus Lalu Lintas Semrawut

Timredaksi.com, Jakarta - Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan DI Panjaitan arah Cawang, Jakarta Timur,…

3 days ago