Travel

Dewan Pembina Asphurindo: Tiga Hal Untuk Menghindari Terjadinya Penipuan Jamaah Umrah

Timredaksi.com – Kasus penipuan terhadap jamaah umrah yang dilakukan oleh perusahaan biro perjalanan ibadah umrah kembali terjadi di tanah air.

Kali ini, dilakukan oleh travel umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri (NSWM), yang menelan ratusan korban dan bikin gempar.

Padahal, kasus penipuan travel umrah nakal ini sudah kesekian kalinya terjadi di Indonesia. Namun, masih saja terus kembali terulang.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Penyelenggaraan Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) KH. Hafidz Taftazani membeberkan supaya kasus penipuan seperti ini terus berulang.

Kiyai Hafidz pun membeberkan tiga hal yang harus dilakukan dan diwaspadai oleh semua pihak terkait, baik asosiasi travel haji dan umrah, pemerintah, para jamaah maupun pihak kepolisian.

“Pertama selalu melakukan edukasi kepada masyarakat. Baru-baru ini seorang bupati saja masih terlantar di bandara karena kurangnya edukasi dan sosialisasi tentang penyelenggaraan ibadah umrah. Ini sangat mengerikan dan memalukan ada seorang bupati terlantar di bandara, ujar Kiyai Hafidz.

Ini pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar orang-orang tidak terlantar.

Hal kedua yang harus dilakukan adalah jamaah harus berhati-hati dalam memilih travel umrah, apalagi saat ini jumlah travel umrah sangat banyak sehingga diperlukan kehati-hatian dalam memilih travel.

“Sekarang yang menjadi pembimbing calon jamaah umrah sudah berbeda dengan zaman dulu. Pada zaman dulu, calon jamaah banyak dibimbing oleh para ustaz ataupun para Kiyai agar bisa menjalani ibadah umrah dengan benar.

“Tapi ustaz-ustaz sekarang sudah tidak berlaku, kalah dengan mantan sales-sales TKI yang pindah ke travel umrah. Sementara mereka tidak mendapat edukasi, yang penting mereka menjual paket, yang penting jalan,” jelas Kiai Hafidz.

Ketiga, menurut pria lulusan Ummul Quro Makkah ini adalah masyarakat tidak mudah tergiur dengan ibadah umrah dengan harga murah.

“Jika biaya umrah murah biasanya kualitas penyelenggaraannya tidak bagus dan ada kemungkinan akan menelantarkan jamaah umrah,” terangnya.

Mayoritas para calon jamaah umrah masih banyak yang mencari biaya umrah dengan harga murah, bukan mencari kualitasnya bagus apa tidak. Sehingga tak heran jika kasus seperti ini kembali terulang terus, karena masyarakat tak terudakasi dengan pemahaman yang benar.

Salsa Sabrina

Recent Posts

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

4 days ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

4 days ago

Advokat Jakarta Ini Tawarkan Model Perlindungan Hukum Tripartit dan Peraturan Pemerintah Baru demi Lindungi 65 Juta UMKM di Era Digital

Timredaksi.com, Jakarta — Shri Hardjuno Wiwoho, S.H., M.M., advokat dan praktisi hukum asal Jakarta, resmi…

4 days ago

Integritas MA lagi Trend.Pimpinan MA segera wujudkan Integritas dalam penyelesaian konflik lahan Luwuk Sulteng, Pesan Ketum FORSIMEMA-RI

Timredaksi.com, Jakarta -- Mewujudkan integritas bukan hanya soal retorika di ruang sidang, melainkan aksi nyata…

7 days ago

Menteri Ekraf Lantik Jajaran Pejabat Kemenekraf, Tegaskan Jaga Integritas dan Loyalitas

Timredaksi.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, melantik Pejabat…

7 days ago

Badilum Gelar Bimtek Evaluator Penilaian ZI, Tekankan Integritas Harga Mati

Timredaksi.com, Jakarta - Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju…

2 weeks ago