Dede Farhan Aulawi, Reorientasi Wisata Berbasis Alam Bersih dan Nyaman Pasca Covid-19

Jakarta – Sampai hari ini jumlah warga yang dinyatakan positip covid 19 terus bertambah. Meskipun berbagai penelitian dengan menggunakan pemodelan matematik banyak dilakukan oleh para ahli, tapi tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir 100%. Bahkan ada yang memprediksikan kalaupun sudah dinyatakan berakhir, akan tetapi harus tetap waspada untuk selalu menjaga kebersihan guna menghindari kemungkinan munculnya covid 19 gelombang kedua. Tentu tidak diharapkan, namun hal tersebut bisa saja terjadi jika protokol kesehatan tidak diperhatikan oleh masyarakat. Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah memikirkan strategi pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh wabah tersebut. Menjaga kesehatan memang sangat penting, tetapi pemulihan ekonomi masyarakatpun tidak kalah pentingnya.

 

“ Upaya pencegahan penyebaran virus dan upaya pemulihan ekonomi masyarakat sama pentingnya, karena kalau badan sehat tapi tidak ada makanan pun tetap saja bisa sakit atau malah meninggal karena kelaparan. Oleh karena itu masing – masing bidang harus segera merumuskan upaya pemulihan ekonomi masyarakat di bidangnya masing – masing, karena jenis dan ragamnya yang banyak tentu memiliki strategi pemulihan yang berbeda – beda. Khusus untuk bidang kepariwisataan, Prawita Genppari sudah memiliki konsep yang dirumuskan ke dalam grand desain strategi pemulihan ekonomi sektor kepariwisataan “, demikian disampaikan oleh Ketua Umum Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (12/5).

 

Konsep dasar normalisasi ekonomi di bidang kepariwisataan adalah penetapan protokol kesehatan di masing – masing sub sektor kepariwisataan, misalnya protokol kesehatan di hotel, rumah makan, sarana transportasi, dan destinasi wisata. Di samping itu secara bersamaan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, tempat dan lingkungan guna menjamin kenyamanan para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara.

 

Dalam beberapa waktu ke depan meskipun virus corona secara resmi dinyatakan sudah berakhir, nampaknya konsep jaga jarak fisik atau physical distancing akan tetap perlu diterapkan guna mencegah penyebaran Covid-19. Kan lebih baik mencegah daripada mengobati. Tentu bukan hanya jaga jarak, tetapi kelengkapan lain juga perlu diperhatikan, misalnya ketersediaan hand sanitazer di tempat – tempat yang menjadi tujuan kunjungan, termasuk sarana transaportasi untuk menuju kesana. Ujar Dede.

 

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa tujuan wisata juga kelihatannya akan terjadi pergeseran atau reorientasi objek wisata. Destinasi yang terlalu ramai atau penuh pengunjung kemungkinan akan berkurang tingkat kunjungannya karena masih adanya kekhawatiran penularan. Oleh karena itu akan muncul orientasi baru yang lebih memperhatikan kesehatan, kebersihan dan kesejukan. Tujuan – tujuan ke tempat baru yang masih sepi dan udaranya sejuk diprediksi akan lebih meningkat. Jadi model wisata outdoor akan lebih berkembang.

 

Pemilihan akomodasi juga tampaknya akan semakin selektif. Mungkin bukan hotel – hotel yang ramai dikunjungi, yang penting tempatnya bersih (hygienis) dan nyaman. Tipe akomodasi seperti vila atau resort bisa menjadi favorit. Guna menunjang ini semua, para pemangku kepentingan sebaiknya segera koordinasi dengan kementerian / dinas kesehatan untuk meminta panduan wisata pasca-pandemi corona berakhir. Meski belum tahu kapan berakhirnya, tapi sebaiknya disiapkan dari sekarang.

 

“ Termasuk jika saat wisatawan ramai yang datang dari dalam dan luar negeri, lalu tiba – tiba ada serangan wabah kembali yang luar biasa. Bagaimana mitigasi kebencanaan terhadap para wisatawan tadi ? Siapa yang bertanggung jawab ? Dan apa yang harus dilakukan ? Apakah mereka bisa segera dipulangkan dengan cara dinatar langsung ke bandara, atau harus langsung di karantina ? Nah hal – hal semacam ini harus difikirkan dari sekarang dalam penyusunan paln A atau plan B –nya. Lalu bagaimana dengan jaminan ketersediaan pangan ? Higienitas makanan dan minuman, dan lain – lain. Ini semua sudah dirumuskan oleh Prawita Genppari sebagai bagian integral dari strategi pemulihan ekonomi di bidang kepariwisataan “, pungkas Dede menutup percakapan.

admin

Recent Posts

PN Jakarta Pusat Kabulkan Sebagian Gugatan Status Perkawinan, Nyatakan Penggugat sebagai Istri Sah

Timredaksi.com, Jakarta — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat resmi menjatuhkan putusan dalam perkara perdata terkait status…

5 days ago

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra

Timredaksi.com, (Kolaka, Sulawesi Tenggara) — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan…

1 week ago

Fadar Tour Naik Kelas, Halal Bihalal Alumni Umrah Buka Akses Kerja Sama Internasional

Timredaksi.com, Jakarta — Fadar Dian Karomah Tour and Travel (Fadar Tour) kembali menegaskan posisinya sebagai…

1 week ago

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara

Harmoninews.com, Jakarta — Puluhan tokoh, aktivis, akademisi, dan advokat berkumpul di sebuah restoran di kawasan…

2 weeks ago

BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional

Timredaksi.com, Jakarta — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, didampingi Deputi Bidang Fasilitasi…

3 weeks ago

UP PKB Kedaung Angke resmi terapkan sistem Full Cycle Kemenhub, tingkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan uji kendaraan bermotor di Jakarta

Timredaksi.com, Jakarta – Transformasi digital di sektor transportasi terus bergulir. Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor…

3 weeks ago