Ekonomi

BMI Ingatkan Hutang Indonesia ke Cina Bisa Buat Indonesia Jatuh Ke Cina

Timredaksi.com – Indonesia semakin bergantung terhadap Cina dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dapat membawa akibat ekonomi dan politik yang negatif bagi negara ini.

Nilai hutang Indonesia kepada Cina di masa pemerintahan Jokowi juga telah mencapai besaran yang cukup mengkhawatirkan.

Hal ini menimbulkan rasa khawatir terhadap kondisi Indonesia yang lambat laun berdampak pada ketergantungan Cina.

Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi mewanti-wanti bahwa Indonesia bisa saja jatuh ke Cina karena hutang Indonesia ke Cina yang jumlahnya signifikan.

Menurut Farkhan, hutang Indonesia kepada Cina bisa saja membuat Indonesia jatuh ke tangan Cina seperti beberapa negara yang juga jatuh ke Cina. Sejarah telah membuktikan ada beberapa negara yang jatuh ke Cina pasca dihajar Hutang dan TKA Cina bakal bertambah. BMI menyebut bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi gilirannya.

“BPK menyebut hutang Indonesia sudah tak terkendali, negara tak akan mampu bayar,” ujar Farkhan, Kamis (24/6/2021).

Ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang tak menentu, merebaknya virus COVID-19 semakin memperburuk keadaan dan perlahan menjajah kehidupan, baik segi kesehatan maupun ekonomi.

“Dihajar bertubi-tubi ini membuka lebar potensi Indonesia menyusul negara lain yang jatuh ke Cina dan ini tak terelakkan lagi,” ujar Farkhan

Farkhan menyebut, untuk mengingatkan pemerintah perlu gelombang besar yang jauh lebih hebat dari ketika memasuki tema UU KPK dan UU Cipta Kerja yang digulirkan oleh Mahasiswa, Buruh dan Pelajar.

Namun, Mahasiswa, Buruh dan Pelajar juga diguncang oleh persoalan kesehatan dan ekonomi ditambah minimnya konsolidasi tiga elemen ini terkait tema hutang negara secara masif seperti tema isu Cipta Kerja dan KPK.

“Itupun desakan mereka diabaikan pemerintah padahal yang kita perlukan gelombang perlawanan yang jauh lebih besar lagi,” ucapnya.

BMI menyebut kekuatan oposisi yang tersisa di Parlemen yaitu Demokrat memerlukan kekuatan suara rakyat agar desakan mereka di parlemen lebih memiliki kekuatan.

“Perlu sekali kita pada gerakan mahasiswa, buruh dan kaum pelajar menyikapi hutang luar negeri, saat ini oligharki akut sudah tak mementingkan rakyat, kita terancam terjajah secara fisik yang itu berarti mengancam tanah rakyat dan kedaulatan kita, nasib kita tak sebaik Malaysia yang memberi perlawanan maksimal pada Cina meski Malaysia juga telat karena pemerintahan era Najib telah banyak bergantung ke Malaysia, apalagi kita yang sampai hari ini bersikap friendly terhadap semua mau Cina,”tegas Farkhan

Azzam Putra

Recent Posts

Himbara Bernilai Rp1.100 Triliun, Presiden Dorong Manfaat Lebih Besar untuk Rakyat

Timredaksi.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)…

2 days ago

Kepengurusan Baru Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Sah Secara Hukum, Ini Susunan Lengkapnya

Timredaksi.com, Jakarta - Kementerian Hukum resmi mengakui perubahan kepengurusan Yayasan Bangun Ekosistem Bahari. Dengan legalitas…

2 days ago

Polres Bengkalis: Tidak ada Ruang Bagi Penyelundup, Bagong Akui Kegiatan Impornya Setor Pajak

Timredaksi.com, BENGKALIS (RIAU)- Polres Bengkalis menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik penyelundupan barang ilegal…

3 days ago

BNN DAN KEMKOMDIGI BERSINERGI TINGKATKAN PENGAWASAN KEJAHATAN NARKOTIKA DI RUANG DIGITAL

Timredaksi.com, Jakarta - Seiring berkembangnya teknologi informasi, modus operandi kejahatan narkotika turut berevolusi dengan memanfaatkan…

4 days ago

Perkuat Infrastruktur Desa Adat dan Warisan Budaya Bali, ASDP Gelontorkan Bantuan Rp1 Miliar*

Timredaksi.com, Bali -- Di tengah derasnya arus modernisasi, desa adat tetap menjadi jantung kehidupan masyarakat…

6 days ago

Menkomdigi: Pemerintah Terbuka pada Aspirasi, Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Timredaksi.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui…

6 days ago